Pasuruan, BeritaTKP.com – Seekor ular sanca tiba-tiba muncul dan mengejutkan Dewi Puspitasari, warga Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, saat hendak ke kamar mandi, pada Sabtu (21/1/2023) lalu, sekitar pukul 23.45 WIB.

Ular tersebut tiba-tiba muncul dari arah belakang pintu kamar mandi, diketahui awalnya ular itu ada pada bagian atas lemari. Awalnya, hanya terlihat kepalanya saja, matanya yang lebar dan lidah yang menjulur-julur keluar. Sementara tubuh ular ada di atas lemari, dekat pintu kamar mandi. Panjangnya diketahui sekitar 6 meter dengan ukuran tubuh yang besar.

Sontak, perempuan 38 tahun itu lari ketakutan kembali ke kamarnya. Antara takut dan kaget, dia langsung membangunkan suaminya, Ahmad Yani, 47. “Ular itu di atas lemari. Saya langsung lari histeris kembali ke kamar bangunin suami,” jelasnya.

Pria yang disapa akrab dengan sebutan Yani tersebut pun kebingungan saat diberitahu istrinya ada ular sanca di rumah mereka. Mereka sempat tidak tahu harus minta bantuan kepada siapa. Hingga akhirnya, keduanya menghubungi Damkar Kota Pasuruan.

Minggu (22/1/2023) dini hari kemarin, Damkar Kota Pasuruan pun meluncur ke rumah Yani begitu mandapat laporan ada ular sanca di rumah itu. Sekitar pukul  02.05, tim Damkar tiba di rumah itu.

Sejumlah personel yang sudah mengenakan baju pengaman, kemudian langsung masuk ke rumah. Tujuannya kamar mandi, seperti yang disampaikan Dewi. Setelah menemukan posisi ular, seorang petugas lantas berusaha menarik perhatian ular itu. Lalu, petugas yang lain menangkap kepala ular.

Dan usaha itu berhasil. Sekitar satu jam kemudian, kepala ular berhasil dipegang. Ular lantas ditarik dan dievakuasi. “Sekitar pukul 03.04, baru selesai evakuasi,” ujar Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi.

Samsul menjelaskan, di sekitar rumah Dewi memang ada sungai. Lalu di sekelilingnya ada persawahan. Diperkirakan, ular sanca itu sebelumnya tinggal di persawahan atau sungai.

Karena itu, dia minta warga selalu waspada. Terutama selalu mengawasi tempat-tempat yang disukai ular untuk berteduh. “Seperti loteng, lubang pembuangan, juga tumpukan sampah,” katanya.

BPBD sendiri kemudian menyerahkan ular sanca itu pada komunitas reptil atau pawang ular. Sebab, di kantornya tidak ada tempat karantina binatang. (Din/RED)