Jember, BeritaTKP.com – Sebanyak tiga rumah warga Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember rusak akibat terkena hantaman super dari suara sound system. “Benar kemarin itu, ada Parade Soundsystem dan Dance Street. Dari pukul 9 pagi sampai Maghrib. Kemarin acaranya. Memang benar ada beberapa rumah warga yang berada di pinggir jalan yang rusak. Hasil evaluasi saya ada sekitar 3 rumah yang kacanya pecah dan membuat lubang pada bagian atap eternit rumah. Tapi tidak sampai ambruk,” ujar Kapolsek Sumberjambe AKP Istono, Kamis (1/9/2022) kemarin.
Kerusakan rumah warga tersebut terjadi karena ada sejumlah peserta parade yang menyalahi aturan dengan memasang posisi sound system tidak sesuai dengan ketentuan.
Sejumlah sound system yang rusak 3 rumah warga.
Untuk peserta yang ikut dalam kegiatan, jelasnya, ada puluhan kelompok. Rute yang ditempuh sejauh sekitar 4 km. “Dengan melewati rute dari SP3 (pertigaan) Cumedak sampai Kantor Kecamatan Sumberjambe. Jaraknya kurang lebih 4 km. Untuk peserta ada 32 kelompok (sound system) dengan 1 sound kehormatan itu,” sebutnya.
Terkait kerusakan rumah warga, kata Istono, disebabkan adanya 3 peserta yang dinilai menyalahi aturan.
“Imbauan kita, sesuai kesepakatan dengan para peserta, bahwa parade sound ketentuannya tidak pakai (truk) fuso. Penataan sound dihadapkan ke depan atau belakang. Jangan samping kanan dan kiri,” katanya.
“Tapi yang melanggar itu menghadapkan sound ke kanan dan kiri. Sehingga menyebabkan kerusakan (rumah) itu. Juga kendaraan yang dipakai truk fuso. Padahal sudah kita larang jangan pakai truk fuso,” imbuhnya.
Istono mengatakan ada 3 peserta yang dinilai melanggar ketentuan, namun tetap diizinkan ikut parade tapi dengan membuat surat pernyataan. “Itu kita minta menulis surat pernyataan, jika mengakibatkan kerusakan bangunan warga untuk mengganti. Proses itu kami kawal, dan bangunan rumah warga yang rusak siap diganti oleh peserta dan panitia,” katanya.
“Jika tidak diganti, maka akan kita tindak tegas, karena ada surat pernyataan dan kesepakatan. Kita tagih ke peserta dan panitia. Apalagi pernyataan itu dibuat sebelum berangkat,” sambungnya.
Merasa tak nyaman, penghuni rumah keluar akibat kerasnya suara sound system.
Istono juga menambahkan, pihaknya mengimbau agar pada kegiatan berikutnya tidak terulang kesalahan yang sama, apalagi sampai merugikan orang lain.
“Untuk para peserta semua dari Kecamatan Sumberjambe. Kecuali sound systemnya itu dari luar (kecamatan). Ada yang dari Jember ataupun desa/kecamatan tetangga. Karena kan sewa untuk sound systemnya. Tidak ada peserta dari luar,” katanya.
“Namun demikian, ini kan acara bersama dan setelah lama tak ada acara kan baru sekarang ada lagi. Kita berharap semua dapat saling memahami agar jangan sampai mengakibatkan hal yang tidak baik,” imbuhnya. (Din/RED)





