BLITAR, BeritaTKP.com – Sebanyak 9 siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar mengalami keluhan mual hingga muntah setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beruntung, seluruh siswa yang mengalami keluhan tersebut sudah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang.

Kabar dugaan keracunan MBG tersebut sempat ramai dibicarakan di media sosial. Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat seorang siswa dibawa menggunakan mobil untuk mendapatkan pertolongan medis.

Waka Sarana dan Prasarana SLBN 1 Kota Blitar, Yulia, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah bersama pihak penyedia MBG dan kepolisian langsung melakukan pendampingan setelah mengetahui adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

“Kami meluruskan kejadian yang beredar di medsos itu tidak sepenuhnya benar. Karena dari pihak SPPG juga sudah proaktif mengawal kami dari awal, meminta sampel, lalu mendampingi di puskesmas dan rumah sakit,” ujar Yulia.

Menurutnya, para siswa saat ini sudah dalam kondisi baik dan beristirahat di rumah masing-masing. Tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap.

“Alhamdulillah anak-anak sekarang sudah sehat dan bisa istirahat. Tidak ada yang sampai menginap,” katanya.

Kejadian bermula pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 09.15 WIB, ketika salah satu siswa mengeluhkan sakit perut setelah mengonsumsi MBG yang telah dibagikan. Setelah itu, beberapa siswa lain juga mengalami keluhan serupa.

Sebanyak sembilan siswa kemudian mendapatkan pemeriksaan. Sebagian dibawa ke Puskesmas Kepanjenkidul, sementara beberapa lainnya mendapatkan penanganan di RSUD Mardi Waluyo dan Klinik Siti Khodijah Kota Blitar karena keterbatasan kapasitas layanan darurat.

Yulia mengatakan, sebagian siswa mengalami sakit perut, mual, hingga muntah. Ada pula siswa yang memiliki keterbatasan komunikasi sehingga tidak dapat menyampaikan keluhan secara langsung dan sempat mengalami pingsan.

Menu MBG yang diberikan pada hari tersebut disebut terdiri dari nasi, kacang kapri, rolade telur, melon, dan tahu. Makanan tersebut berasal dari SPPG Cik Ditiro dan tiba di sekolah sekitar pukul 08.30 WIB.

Setelah muncul kejadian tersebut, seluruh makanan MBG langsung ditarik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Wadir Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, drg Agus Saptoni, membenarkan bahwa terdapat satu siswa yang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Siswa tersebut dirujuk karena kapasitas tempat tidur di puskesmas terbatas.

“Benar, ada satu orang. Sekitar pukul 12.00 WIB sudah boleh pulang karena kondisinya sudah baik dan sudah diobservasi,” jelas Agus.

Pihak rumah sakit menyebut kondisi siswa stabil setelah mendapatkan penanganan. Sementara itu, dugaan penyebab keluhan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dari pihak terkait.

“Kalau indikasi (keracunan) mungkin saja, tapi nanti menunggu pemeriksaan hasil muntahannya seperti apa,” kata Agus.(æ/red)