TANGERANG, BeritaTKP.com — Sekitar 400 jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang, Banten, terdampak penundaan atau pembatalan penerbangan menuju Tanah Suci. Kondisi ini terjadi menyusul situasi konflik di Riyadh, Arab Saudi, yang berdampak pada penyesuaian rute penerbangan transit.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, menyampaikan bahwa jumlah jemaah terdampak tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan terbaru.
“Data ini sifatnya dinamis. Total ada sekitar 400 jemaah yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan transit (indirect),” kata Abdullah, Rabu (14/10/2026).
Rute Transit Disesuaikan demi Keamanan Jemaah
Menurut Abdullah, penundaan keberangkatan berkaitan dengan penyesuaian rute penerbangan yang melintasi wilayah terdampak konflik, termasuk penerbangan transit melalui Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan perjalanan jemaah di tengah situasi keamanan yang berkembang.
Sementara itu, penerbangan langsung atau direct flight menuju Makkah maupun Madinah disebut masih dapat berjalan dengan peningkatan kewaspadaan.
Kemenhaj Kabupaten Tangerang juga terus memantau biro perjalanan yang memberangkatkan jemaah dari wilayah tersebut guna memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal dan kepastian keberangkatan.
Biro Travel Diminta Menjamin Hak Jemaah
Abdullah menegaskan bahwa jemaah yang terdampak harus mendapatkan penanganan dan jaminan sesuai ketentuan yang berlaku. Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) diminta aktif berkoordinasi dengan Kemenhaj pusat, kantor wilayah Banten, serta kantor kabupaten.
Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai perubahan jadwal, rute perjalanan, dan hak jemaah dapat disampaikan secara jelas.
Kemenhaj Kabupaten Tangerang juga mengimbau calon jemaah untuk tetap tenang, menjaga komunikasi dengan biro perjalanan masing-masing, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan situasi dan jadwal keberangkatan.
Tidak Ada Jemaah Tangerang yang Dilaporkan Menjadi Korban
Di tengah penundaan perjalanan tersebut, Abdullah menyatakan belum ada laporan jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang yang menjadi korban dalam insiden serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
“Dari sisi korban alhamdulillah tidak ada, baik korban jiwa maupun luka-luka,” ujarnya.
Pemerintah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan jemaah. Kepastian jadwal keberangkatan bagi mereka yang terdampak masih menunggu perkembangan situasi serta kebijakan maskapai dan biro perjalanan masing-masing.(æ/red)





