Sidoarjo, BeritaTKP.com – Sebanyak 25 ton rumput laut kering jenis Gracilaria senilai Rp 2 miliar dari Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diekspor ke negeri China. Ini merupakan ekspor perdana yang dilakukan Koperasi Agar Makmur Sentosa.
Ketua Koperasi Rumput Laut Agar Makmur Sentosa, Heri Sudarmono, mengatakan selain ekspor ke China, pihaknya dalam waktu dekat ini akan merambah ke negara lain yakni Australia.

Heri melanjutkan, pengiriman komoditas bernilai miliaran rupiah itu menjadi ekspor perdana setelah tiga bulan umur berdirinya koperasi tersebut. Dia mengatakan, pencapaian tersebut berkat kerja keras dari pengurus dan pembudidaya rumput laut.
Heri menyebut permintaan luar negeri terhadap komoditas ini cukup tinggi. Permintaan dalam satu bulan bisa mencapai 500 ton. Lantaran tingginya permintaan ekspor tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan merevitalisasi 400 hektare tambak milik pembudidaya yang terkendala biaya untuk perbaikan tanggul akibat rob.
“Tambak ini, milik petani yang tidak bisa berproduksi, karena itu sekitar 40 orang petani tersebut akan dihidupkan kembali tambak budi daya rumput laut,” ucapnya.
Kabid Produksi dan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, Choiri, mengapresiasi langkah koperasi dalam melakukan ekspor perdana jenis rumput laut Gracilaria asal Jabon yang tak kalah bagus kualitasnya dengan negara lain.
Hal itu juga diharapkan dapat mendorong harga rumput laut yang stabil serta menambah gairah pembudidaya rumput laut di Sidoarjo. Selain itu, koperasi ini diharapkan dapat merangkul semua petani atau pembudidaya khususnya di Desa Kedungpandan, Jabon, dan desa sekitar penghasil rumput laut di Sidoarjo.
Sementara itu, Perwakilan Politeknik Kelautan dan Perikanan Zainul Arifin mengaku telah mengeluarkan sertifikat kelayakan pengelolaan (SKP) untuk produk atau rumput laut yang di ekspor oleh Koperasi Rumput Laut Agar Makmur Sentosa.
“Rumput laut jenis Gracilaria dari Jabon ini menjadi salah satu komoditas ekspor yang paling diminati, semoga ini tidak menjadi yang pertama dan yang terakhir,” tuturnya. (Din/RED)





