LAMPUNG SELATAN, BeritaTKP.com – Sebanyak 11 siswa MI Ma’arif di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengalami keluhan kesehatan berupa mual, mulas, hingga muntah setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (16/9/2026).

Dari total 80 siswa yang menerima makanan, 11 siswa harus mendapatkan penanganan medis. Lima siswa dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Ketapang, sementara enam lainnya diperiksa di Klinik dr Ido.

Keluhan Muncul Setelah Konsumsi MBG

Kepala MI Ma’arif, Khoirudin, menjelaskan makanan MBG diterima siswa sekitar pukul 09.30 WIB. Menu yang diberikan terdiri dari nasi, udang, tahu, dan sayur wortel yang berasal dari SPPG Dapur 03 Pematang Pasir.

Sekitar satu setengah jam setelah makan, sejumlah siswa mulai mengalami sakit perut, mual, dan muntah.

“Setelah istirahat masuk kelas, lalu selang 1,5 jam itu anak-anak ada yang mulas, sakit perut. Terus kami konfirmasi ke pihak SPPG,” ujar Khoirudin.

Petugas SPPG kemudian datang ke sekolah untuk melakukan pengecekan dan membantu proses penanganan.

Siswa Mendapat Perawatan Medis

Penanganan dilakukan secara bertahap. Awalnya beberapa siswa dibawa ke puskesmas, kemudian siswa lain menyusul setelah mengalami keluhan serupa.

Keluhan yang dialami siswa meliputi:

  • sakit perut,
  • mulas,
  • mual,
  • muntah,
  • pusing.

Satu siswa sempat menjalani rawat inap untuk mendapatkan infus, sedangkan siswa lainnya diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.

Penyebab Masih Diselidiki

Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, dr Sutji Mendrofa, membenarkan adanya siswa yang datang dengan keluhan muntah setelah mengonsumsi MBG.

Petugas telah memberikan penanganan medis, termasuk pemberian obat untuk mengatasi mual dan melakukan observasi kondisi siswa.

Namun, pihak puskesmas belum memastikan bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh makanan MBG. Sampel makanan, muntahan, dan air dari SPPG Dapur 03 Pematang Pasir telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium.

“Belum bisa dipastikan berasal dari makanan tersebut sebelum ada hasil laboratorium,” ujar Sutji.

Distribusi MBG Dihentikan Sementara

Kepala Tata Usaha KPPG Bengkulu-Lampung, Fitra Alfarisi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, penyaluran makanan dari SPPG Dapur 03 Pematang Pasir dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan keluar.(æ/red)