Tim SAR saat melakukan pencarian di lokasi

Manggarai, BeritaTKP.com — Kegiatan wisata berubah menjadi duka setelah seorang siswa SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng dilaporkan tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai Wontong, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Korban diketahui bernama Armada W. Jeferson (13). Hingga Selasa (13/1/2026), korban belum ditemukan meski upaya pencarian telah dilakukan oleh Tim SAR gabungan bersama aparat dan warga setempat.

Kapolsek Reok Ipda Joko Sugiarto membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 Wita, saat korban bersama teman-temannya berangkat untuk berwisata ke lokasi air terjun.

Sekitar pukul 09.30 Wita, korban dilaporkan melompat ke dalam kolam air terjun, namun tidak kembali ke permukaan.

“Dugaan sementara, korban tidak bisa berenang,” ujar Ipda Joko.

Pencarian Terkendala Medan Sulit

Upaya pencarian awal dilakukan oleh personel Polsek Reok, Satpol Air, Koramil, serta dibantu warga sekitar. Namun, pencarian mengalami kendala akibat medan yang sulit dan keterbatasan peralatan.

“Saat ini Tim SAR dari Labuan Bajo telah diterjunkan untuk membantu pencarian korban,” tambah Kapolsek.

Operasi SAR Hari Kedua

Operasi pencarian dilanjutkan pada hari kedua, Senin (12/1/2026), oleh Tim SAR Gabungan. Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan personel dari Pos SAR Manggarai Barat menuju lokasi kejadian.

“Tim rescue bersama unsur potensi SAR melakukan pencarian dengan metode penyelaman sedalam 3 hingga 5 meter, serta penyisiran sepanjang aliran sungai Air Terjun Tiwu,” jelas Fathur.

Pencarian dilakukan hingga pukul 15.00 Wita, namun korban belum berhasil ditemukan.

Ia menambahkan, operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan pengawasan saat berwisata di kawasan alam, khususnya di lokasi wisata air yang memiliki risiko tinggi.(æ/red)