
SURABAYA, BeritaTKP.com – Sebuah video yang memperlihatkan penjaga kursi pijat di Stasiun Gubeng Surabaya menangis sesenggukan menjadi viral di media sosial. Remaja berinisial A (17) itu disebut-sebut dituduh mencuri gelang emas milik seorang konsumen.
Dalam video yang beredar, A terlihat jongkok di belakang kursi pijat dalam kondisi gemetar dan menangis. Rekaman tersebut memicu simpati warganet. Pihak pengelola kursi pijat kemudian memberikan klarifikasi dan menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak terbukti. Rekaman CCTV di lokasi disebut menunjukkan fakta yang berbeda dari tuduhan tersebut.
Berikut sejumlah fakta terkait kejadian tersebut:
- Video Viral dan Narasi Tekanan terhadap Penjaga
Video yang memperlihatkan A menangis saat bekerja menyebar luas di media sosial. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa ia mengalami tekanan setelah dituduh mencuri gelang emas milik seorang pelanggan. Bahkan disebutkan bahwa A mengalami tekanan mental karena terus didesak untuk mengaku mengambil gelang tersebut.
Dalam keterangan video yang beredar, disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di area kerjanya dan membuatnya terpukul saat sedang menjalankan tugas.
- Klarifikasi Keluarga dan Bukti Rekaman CCTV
Setelah video tersebut viral, seseorang yang mengaku sebagai kakak A memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa adiknya baru pertama kali bekerja dan masih dalam masa belajar.
Ia juga menyebut bahwa rekaman CCTV menunjukkan pelanggan tersebut sejak awal hanya mengenakan satu gelang. Keluarga A merasa terpukul dengan tuduhan tersebut karena menganggapnya sebagai fitnah yang tidak berdasar.
“Kami memang orang tidak punya, tapi kami bukan maling,” tulis kakak A dalam klarifikasinya.
- Kronologi Kejadian Menurut Pengelola
Leader Kursi Sehat di Stasiun Gubeng, Echa, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (2/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu seorang pelanggan perempuan mengaku kehilangan gelang emas setelah menggunakan kursi pijat yang dijaga oleh A.
Menanggapi tuduhan tersebut, pihak pengelola langsung membongkar bagian kursi pijat yang digunakan pelanggan. Namun dari pemeriksaan itu tidak ditemukan gelang emas seperti yang dimaksud.
Pelanggan tersebut juga mengaku bahwa A memaksa tangannya dimasukkan ke alat pijat hingga ia merasa kesakitan.
- Rekaman CCTV Tidak Menunjukkan Pemaksaan
Echa mengatakan pihaknya kemudian memeriksa rekaman CCTV setelah A membantah melakukan pemaksaan. Dari rekaman tersebut terlihat bahwa A hanya memberikan arahan sesuai prosedur kerja (SOP).
Ia menjelaskan bahwa petugas memang dianjurkan mengingatkan pelanggan untuk melepas aksesori seperti gelang atau jam tangan sebelum menggunakan kursi pijat.
“Di CCTV tidak ada pemaksaan, hanya memberikan arahan sesuai SOP,” jelas Echa.
- Kantong Penjaga Diperiksa, Gelang Tidak Ditemukan
Pada malam harinya, pelanggan tersebut kembali ke lokasi dan meminta agar kantong A diperiksa karena merasa curiga melihat A terlihat gugup dan sempat jongkok.
Menurut pengelola, A memang sempat jongkok karena sedang mengatur mesin dan timer di belakang kursi pijat. Permintaan pelanggan untuk memeriksa kantong A akhirnya dipenuhi.
Seluruh kantong A diperiksa di hadapan pelanggan, tetapi tidak ditemukan gelang emas seperti yang dituduhkan.
- Sempat Diminta Mengaku dan Ditawari Imbalan
Keesokan harinya pelanggan tersebut kembali datang dan meminta A untuk mengaku telah mengambil gelangnya. Bahkan pelanggan itu disebut menawarkan imbalan asalkan A mengaku mengambil gelang tersebut.
Namun A tetap menolak karena merasa tidak melakukan kesalahan. Pihak pengelola juga menyatakan siap menempuh jalur hukum jika tuduhan tersebut tidak terbukti.
Hingga saat ini pelanggan tersebut belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke pihak kepolisian. Sementara itu, A untuk sementara diminta beristirahat selama dua hari agar kondisi psikologisnya dapat kembali pulih setelah peristiwa tersebut.(æ/red)





