Jateng, BeritaTKP.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan menangis histeris saat warung miliknya dibongkar Satpol PP viral di media sosial. Rekaman tersebut menuai perhatian publik karena di dalamnya korban mengaku pernah diminta tidur bersama oknum kepala desa sebagai imbalan perlindungan.

Dalam video yang beredar sejak 22 Februari 2026 itu, perempuan tersebut tampak kecewa dan marah karena bangunan warungnya tetap ditertibkan meski sebelumnya mengaku telah meminta bantuan aparat desa.

Ia menyebut sudah menghubungi kepala desa atau lurah agar warungnya tidak dibongkar. Namun, menurut pengakuannya, permintaan tersebut tak membuahkan hasil.

“Ndi Lurahe dikon mene, Lurahe njaluk dikeloni nyong yo gelem,” ucapnya dalam bahasa Jawa Ngapak, yang berarti ia mengaku diminta tidur bersama dan menyanggupinya.

Perempuan itu juga berulang kali menyebut nama seorang lurah dalam video tersebut. Ia merasa dirugikan karena janji bantuan yang disebut pernah disampaikan tidak terealisasi.

“Aku nggak terima, katanya mau dibantu. Di mana kamu Lurah Taslim,” ujarnya dalam rekaman.

Belum Ada Klarifikasi Resmi

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terkait lokasi pasti kejadian serta kebenaran tudingan dalam video tersebut.

Kasus ini memicu sorotan warganet karena dinilai mengandung dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh aparat desa. Jika tuduhan tersebut terbukti, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran etika jabatan hingga berpotensi masuk ranah pidana.

Secara aturan, kepala desa dapat diberhentikan apabila terbukti melakukan perbuatan yang meresahkan masyarakat atau melanggar sumpah jabatan. Jika terdapat unsur pidana, proses hukum dapat ditempuh sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Publik diimbau untuk menunggu klarifikasi dan hasil penyelidikan resmi agar tidak terjadi penyebaran informasi yang belum terverifikasi.(æ/red)