Bali, BeritaTKP.com – Sebuah video perkelahian antara dua perempuan di Pantai Penarukan, Bali, menjadi viral di media sosial. Kedua perempuan itu tampak saling menjambak hingga adus jotos demi memperebutkan seorang pria.

Dalam video yang viral tersebut, nampak 2 perempuan yang berkelahi sama-sama mengenakan atasan berwarna hitam. Satu wanita menggunakan celana panjang putih dan satunya lagi mengenakan celana merah.
Kedua perempuan itu berkelahi dengan saling memukul dan menjambak rambut satu sama lain. Dalam video yang beredar juga terlihat beberapa orang yang merekam perkelahian tersebut tanpa ada yang melerai perkelahian tersebut.
Menyikapi beredarnya video viral tersebut, Unit Cyber Polres Buleleng telah melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (17/11) lalu sekitar pukul 17.00 WITA di Pantai Penarukan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali.
“Diketahui motif kejadian perkelahian tersebut karena adanya permasalahan rebutan seorang pria,” kata Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto dalam keterangan tertulis, Senin (22/11/2021).
“Kasus ini sudah dilakukan penyelesaian antara kedua belah pihak dengan melibatkan kedua orang tua dari masing-masing pihak dan telah dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi kejadian yang sama di lain hari,” terang Andrian.
Penyelidikan polisi juga mengungkap perkelahian tersebut berawal dari perempuan yang mengenakan celana merah menghubungi lawannya melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Melalui percakapan WhatsApp tersebut, mereka saling menuduh telah menjelekkan salah satu teman kedua perempuan tersebut.
Percakapan di WhatsApp tersebut menimbulkan kesalahpahaman di antara kedua perempuan tersebut. Akhirnya terjadilah tantangan dari wanita bercelana merah untuk berkelahi.
“Sehingga kejadian perkelahian terjadi pada hari Rabu tanggal 17 November 2021 sekitar pukul 17.00 WITA di Pantai Penarukan,” jelas Andrian.
Andrian mengakui bahwa pada saat kejadian, ada beberapa orang yang hadir. Salah satu penonton merekam perkelahian tersebut dengan ponselnya. Setelah kejadian, hasil rekaman tersebut dikirimkan kepada temannya melalui aplikasi WhatsApp.
“Tujuan melakukan perekaman dan dikirimkan ke nantinya dipergunakan di story di akun media sosial terutama di WhatsApp,” ungkap Andrian. (RED)





