Bandung, BeritaTKP.com – Rekaman lama yang memperlihatkan penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (ITB) mendadak viral di media sosial. Video tersebut menuai kecaman karena memuat lirik lagu yang dinilai mengandung unsur pelecehan terhadap perempuan.

Potongan video itu memicu kemarahan publik, terutama karena dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai etika di lingkungan akademik. Lagu yang dibawakan disebut berjudul “Erika”, yang diketahui merupakan karya lama dari era 1980-an dan masih ditampilkan dalam kegiatan mahasiswa.

Menanggapi polemik yang meluas, Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, organisasi tersebut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami memahami sensitivitas isu ini dan menyampaikan empati, khususnya kepada perempuan,” tulis pernyataan resmi HMT.

HMT juga mengakui bahwa tetap menampilkan lagu tersebut merupakan bentuk kelalaian, mengingat perkembangan norma sosial yang kini semakin menolak segala bentuk konten yang merendahkan martabat individu.

Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai yang seharusnya dijunjung oleh organisasi kemahasiswaan maupun lingkungan kampus.

Sebagai langkah konkret, pihak kampus melalui koordinasi internal langsung mengambil tindakan cepat. Seluruh konten video dan audio terkait telah diturunkan dari kanal resmi, termasuk video lama yang beredar sejak tahun 2020.

Tak hanya itu, evaluasi menyeluruh juga dilakukan terhadap seluruh kegiatan organisasi, khususnya yang berkaitan dengan konten hiburan. Standar dan pedoman kegiatan mahasiswa disebut akan diperketat agar selaras dengan nilai etika dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa ruang akademik tidak hanya dituntut unggul secara intelektual, tetapi juga harus sensitif terhadap nilai-nilai sosial, terutama dalam isu kekerasan dan pelecehan seksual yang kini menjadi perhatian serius publik.(æ/red)