Banyuwangi, BeritaTKP.com – Satu unit truk tangki BBM bermuatan Pertalite ditahan di SPBU 54.684.15 Genteng Wetan milik Mahayasa Group, Banyuwangi. Penahanan dilakukan setelah muncul dugaan adanya penyimpangan distribusi BBM yang tengah ditangani aparat kepolisian.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus membenarkan adanya dugaan penyelewengan tersebut yang menjadi dasar penahanan truk tangki oleh Polresta Banyuwangi pada Senin (22/6). Dugaan awal mengarah pada adanya selisih muatan BBM di luar batas toleransi yang ditetapkan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung penuh upaya penegakan aturan.

Ia menyampaikan bahwa saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung. Pertamina bersama tim keamanan internal dan pihak kepolisian juga melakukan pendalaman serta pemeriksaan terhadap Awak Mobil Tangki (AMT) untuk memperoleh keterangan lengkap terkait kejadian tersebut.

“Pertamina menyerahkan proses investigasi kepada pihak berwenang dan mendukung pengumpulan fakta agar permasalahan dapat ditangani secara objektif dan transparan,” ujarnya.

Selama proses penyelidikan, aktivitas penjualan BBM di SPBU terkait disebut untuk sementara tidak dilayani. Jika nantinya terbukti ada pelanggaran, Pertamina memastikan akan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan perusahaan maupun hukum yang berlaku.

Pertamina juga menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk penyimpangan dalam distribusi energi. Perusahaan akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran oleh oknum yang terlibat.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga menyebut seluruh armada mobil tangki telah dilengkapi sistem pemantauan berbasis Global Positioning System (GPS) serta menjalani pemeriksaan dan evaluasi berkala untuk menjaga standar operasional distribusi.

Perusahaan menegaskan komitmennya menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan aturan sebagai dasar utama dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan distribusi energi tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh proses pemeriksaan yang sedang berlangsung.(æ/red)