Tapanuli Selatan, BeritaTKP.com – Perselisihan terkait harta warisan berujung tragis di Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Seorang petani berinisial SS (58) tewas setelah terlibat perkelahian dengan adik kandungnya sendiri, GS (53).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam (5/8/2026). Perselisihan antara kedua bersaudara itu diduga dipicu persoalan pembagian atau perebutan harta warisan keluarga.

Kasat Reskrim Polres Tapsel, IPTU B.D. Sitorus, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi mendapat informasi mengenai seorang warga yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Desa Pinagar.

“Di tempat tersebut ditemukan seorang laki-laki yang sudah tergeletak dalam kondisi meninggal dunia, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan adik kandungnya sendiri,” ujar B.D. Sitorus.

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian.

Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengidentifikasi GS sebagai orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban.

Petugas kemudian melakukan pencarian hingga berhasil mengamankan GS di sebuah pondok milik warga. Tersangka diketahui merupakan adik kandung korban dan juga warga Desa Pinagar, Kecamatan Arse.

“Petugas mengamankan seorang tersangka berinisial GS (53) di sebuah pondok milik warga. Tersangka merupakan adik kandung korban dan juga warga Desa Pinagar, Kecamatan Arse,” jelasnya.

Dipicu Persoalan Harta Warisan

Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap tersangka dan penyelidikan yang dilakukan kepolisian, peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan harta warisan.

Perselisihan antara korban dan tersangka kemudian berkembang menjadi perkelahian hingga terjadi penganiayaan yang menyebabkan SS meninggal dunia.

“Motif penganiayaan tersebut berkaitan dengan persoalan perebutan harta warisan,” ucap B.D. Sitorus.

Saat ini, GS telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna memastikan kronologi serta motif secara menyeluruh.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena persoalan warisan yang seharusnya dapat diselesaikan melalui musyawarah justru berakhir dengan hilangnya nyawa salah satu anggota keluarga.(æ/red)