Hilang 3 Pekan dj Gunung Arjuna,Pendaki Asal Malang Ditemukan Meninggal Dunia dan Membusuk

Purwodadi Pasuruan,BeritaTKP.com –  Pencarian Aji Santoso, seorang pendaki asal Malang yang dilaporkan hilang sejak akhir Agustus 2025, berakhir tragis. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah membusuk di sebuah jurang curam di kawasan Gunung Arjuno pada Sabtu, 20 September 2025. Penemuan mayat ini menjadi kabar duka bagi keluarga dan teman-teman Aji Santoso.

Awalnya, seorang petani di Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, menemukan sosok mayat yang tidak dikenali di jurang Gunung Arjuno. Kondisi mayat sudah membusuk dan tidak bisa dikenali. Petani tersebut kemudian melapor ke pihak berwenang, dan proses identifikasi pun dimulai.

Setelah dilakukan pemeriksaan, mayat tersebut ternyata adalah Aji Santoso, seorang pendaki asal Malang. Identitas korban diketahui setelah beberapa warga mengabarkan ke sejumlah pihak. Pihak kepolisian dan tim SAR kemudian melakukan proses evakuasi mayat dari lokasi penemuan.

Lokasi penemuan mayat berada di medan yang curam dengan kemiringan 90 derajat dan berjarak 200 meter dari jalur pendakian Kali Glendang, Petung Ombo, wilayah hutan Watu Kursi, Dusun Gunung Malang, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Diduga korban tidak menggunakan jalur pendakian resmi karena tidak berada di pos pendakian setempat.

Aji Santoso berpamitan ke Gunung Arjuno pada Jumat, 29 Agustus 2025, lalu seorang diri. Ia tidak kembali hingga beberapa hari kemudian, dan keluarga pun melaporkannya ke pihak berwenang. Tim SAR dan pihak kepolisian kemudian melakukan pencarian, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Aji Santoso.

Keluarga Aji Santoso sangat terpukul dengan kabar duka ini. Mereka berharap Aji Santoso dapat ditemukan dalam keadaan selamat, namun nasib berkata lain. Keluarga berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu menggunakan jalur pendakian resmi dan mematuhi aturan keselamatan saat melakukan pendakian. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian.(Imam B)