Probolinggo, BeritaTKP.com – Hingar-bingar Aksi demo yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa di depan Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo sempat menimbulkan baku hantam antara petugas keamanan dari Polres Probolinggo dengan para mahasiswa.
Kericuhan bermula saat Lukman Hakin selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo selsai membacakan Pakta Integritas.
Kumpulan mahasiswa merasa kurang puas dengan hal tersebut. Mereka pun membentuk posisi lingkaran sambil membakar ban bekas lalu mengelilinginya. Aparat kepolisian kemudian memadamkan api yang menyelimuti ban tersebut.
Keributan aksi demo ratusan mahasiswa di depan Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo.
Lalu dalam waktu sekejap, tiba-tiba keadaan langsung berubah menjadi gaduh dan ricuh. Petugas keamanan dan mahasiswa saling pukul. Bahkan dada wartawan yang meliput juga sempat terkena lempara bati dari massa. Kemudian, pihak Polres Probolinggo dan koordinator aksi langsung menenangkan pasukannya masing-masing.
Tak lama kemudian, tampak mahasiswa dan anggota Polres mengalami luka-luka setelah kegaduhan tersebut
Kedatangan mahasiswa di sana untuk menuntut agar RUU KUHHP (Rencana Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) ditunda pengesahannya.
Menurut salah satu koordinator lapangan, M Zia Ulhaq, kericuhan terjadi lantaran adanya aksi dorong terhadap mahasiswa.
“Demo tadi terkait RUU KUHP yang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Ada 13 pasal yang dianggap krusial. Demo juga belum mencapai final karena adanya ricuh ini,” kata Zia.
Sementara, Lukman Hakim menyebutkan, pihaknya sudah menerima aspirasi para mahasiswa dan akan menyampaikan ke pusat melalui partainya bersama anggota dewan yang lain.
“Kami juga sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi. Kami turun ke sana membacakan Pakta Integritas dan akan ditandatangani, akan tetapi kericuhan lebih dulu terjadi. Namun kami tetap akan menyampaikan suara para mahasiswa melalui fraksi kami di atas,” kata tutur Lukman.
Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menyayangkan terjadinya kericuhan, sehingga anggota polisi dan mahasiswa ada yang terluka.
Kepolisian juga telah memfasilitasi dan mengawal aksi demonstrasi.
“Sejumlah anggota telah berusaha menenangkan massa unjuk rasa. Sayangnya hal itu tidak digubris oleh massa, bahkan massa sempat menyerang dengan memukul dan melempar batu ke arah petugas yang berjaga di sekitar gedung DPRD. Saat ini situasi sudah kondusif,” kata Arsya.
Demonstrasi akhirnya berakhir. Demonstran yang awalnya diamankan polisi karena diduga sebagai provokator, dikembalikan ke kelompok pengunjuk rasa. (Din/RED)





