PALEMBANG, BeritaTKP.com — Tim Disaster Victim Identification atau DVI Polda Sumatera Selatan mengirimkan sampel DNA korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera atau ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara ke laboratorium Mabes Polri.

Pengiriman sampel DNA tersebut dilakukan untuk mempercepat proses identifikasi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang disertai kebakaran hebat tersebut.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, mengatakan proses identifikasi korban mengalami kendala karena kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat.

Menurut Budi, sebagian besar korban mengalami luka bakar parah hingga sulit dikenali secara fisik. Karena itu, tim DVI harus menggunakan metode identifikasi ilmiah melalui pemeriksaan DNA.

Tim forensik saat ini memilih sampel terbaik yang masih memungkinkan digunakan untuk proses pencocokan identitas. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium Mabes Polri untuk dicocokkan dengan sampel dari keluarga korban.

Dari total 16 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, sebanyak 11 di antaranya telah dilakukan pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga.

Sementara itu, lima jenazah lainnya masih menunggu kedatangan keluarga korban untuk proses pengambilan sampel pembanding.

Pihak rumah sakit dan tim DVI memastikan proses identifikasi dilakukan secara hati-hati dan akurat agar jenazah dapat diserahkan kepada keluarga sesuai identitas yang benar.

Kecelakaan Bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara sebelumnya menewaskan 16 orang. Para korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI.(æ/red)