
HALMAHERA UTARA, BeritaTKP.com — Penyedia layanan open trip bernama Reza Selang alias Anak Esa menjadi sorotan setelah nekat membuka pendakian ke Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, saat aktivitas pendakian disebut telah ditutup total.
Pendakian tersebut berujung duka. Tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia saat Gunung Dukono mengalami erupsi. Mereka terdiri dari dua warga negara Singapura, yakni Hen Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid, serta satu warga negara Indonesia bernama Angel Krishela Pradita.
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Wahyu Istanto Bram, mengatakan Reza tetap membuka layanan open trip meskipun sudah ada surat edaran dari Dinas Pariwisata Pemerintah Daerah Halmahera Utara.
Surat edaran tersebut terbit sejak 17 April 2026 dan menyatakan bahwa seluruh aktivitas, termasuk pendakian ke Gunung Dukono, telah ditutup total.
“Dia masih membuka open trip meskipun telah terbit surat edaran dari Dinas Pariwisata Pemda Halmahera Utara sejak tanggal 17 April 2026, yang menyatakan seluruh aktivitas termasuk pendakian sudah ditutup total,” kata Wahyu, Kamis (21/5/2026).
Wahyu menjelaskan, Reza juga diduga melakukan pendakian tanpa berkoordinasi dengan petugas pos pantau, termasuk petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Menurutnya, sebelum pendakian dilakukan, Reza telah mengetahui bahwa status Gunung Dukono berada pada Level II atau Waspada. Namun, pendakian tetap dilaksanakan tanpa koordinasi dengan pihak berwenang.
“Sebelum pendakian, tersangka RS juga mengetahui status gunung berada di Level II. Akan tetapi, tetap melakukan pendakian tanpa berkoordinasi dengan pos pantau yang di dalamnya ada petugas PVMBG,” lanjut Wahyu.
Sebelumnya, erupsi Gunung Dukono menyebabkan tiga pendaki meninggal dunia. Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, membenarkan bahwa korban meninggal terdiri dari dua warga negara asing asal Singapura dan satu warga Ternate.
“Tiga korban meninggal dunia, dua di antaranya warga negara asing asal Singapura. Satu lainnya warga Ternate,” kata Erlichson.
Saat erupsi terjadi, terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono. Dari jumlah tersebut, sembilan orang merupakan warga negara asing.
Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak lima pendaki lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Gunung Dukono sendiri berada dalam status Level II atau Waspada. Aktivitas visual dan kegempaan gunung tersebut diketahui meningkat sejak 29 Maret 2026, dengan rata-rata tercatat sekitar 95 kejadian erupsi.
Kasus ini kini menjadi perhatian aparat karena pendakian diduga tetap dilakukan meskipun kawasan Gunung Dukono telah dinyatakan tertutup untuk aktivitas wisata maupun pendakian.(æ/red)





