TANGERANG, BeritaTKP.com – Kasus hilangnya seorang remaja perempuan asal Tasikmalaya, Jawa Barat, selama sembilan hari mengungkap dugaan tindak eksploitasi dengan modus pengantin pesanan yang melibatkan seorang warga negara asing (WNA) asal China. Korban ditemukan di sebuah apartemen di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten.
Remaja tersebut ditemukan oleh aparat kepolisian di Apartemen Tokyo Tower, PIK 2, pada Minggu (11/10/2026). Polisi menduga korban diarahkan oleh seorang pria berinisial XM alias MJ (35), warga negara China asal Guangxi.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendalami dugaan modus pengantin pesanan dalam kasus tersebut. Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya eksploitasi terhadap korban.
Berawal dari Perkenalan di Aplikasi Percakapan
Menurut keterangan polisi, perkenalan korban dengan pria tersebut bermula pada Agustus 2025. Saat itu, korban mengunduh aplikasi percakapan HelloTalk setelah aplikasi tersebut ramai dibicarakan di media sosial TikTok.
Pada Desember 2025, pria tersebut mulai menghubungi korban melalui akun pribadinya. Komunikasi yang awalnya sebatas pertemanan daring kemudian berkembang menjadi hubungan asmara melalui internet.
Dalam proses tersebut, pria itu diduga memberikan bantuan keuangan kepada korban. Polisi menduga bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya yang membuat korban meninggalkan daerah asalnya.
Kapolres Tasikmalaya mengatakan penyidik menemukan jejak transaksi keuangan dari pria tersebut yang digunakan untuk membiayai perjalanan korban dari Tasikmalaya hingga ke kawasan PIK 2.
Korban Diduga Menunggu Kedatangan Pria dari China
Polisi menduga korban berada di apartemen tersebut untuk sementara waktu sambil menunggu kedatangan XM alias MJ dari China.
Menurut keterangan yang disampaikan kepolisian, pria tersebut disebut hendak menindaklanjuti hubungan mereka. Namun, dugaan mengenai rencana membawa korban ke China masih perlu didalami melalui proses penyelidikan.
Penyidik juga tengah mengonfirmasi jumlah uang yang diduga pernah dikirimkan pria tersebut kepada korban melalui pihak perbankan.
Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengidentifikasi dugaan kuat adanya motif eksploitasi terhadap korban, baik dalam maupun di luar ikatan pernikahan formal.
Dugaan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk mengungkap tujuan sebenarnya dari hubungan antara korban dan pria yang diduga mengendalikannya.
Polisi masih mendalami rangkaian komunikasi, aliran dana, serta perjalanan korban hingga ditemukan di apartemen kawasan PIK 2.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan seorang anak yang diduga menjadi sasaran modus perekrutan melalui hubungan daring. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan peran pihak-pihak yang terlibat dan mengungkap apakah terdapat unsur tindak pidana perdagangan orang atau bentuk eksploitasi lainnya.(æ/red)





