Jakarta, BeritaTKP.com – Pemuda 25 tahun bernama Abdullah Muhammad Prayuda, harus merasakan dinginnya jeruji besi usai kepergok nyolong enam ban mobil dari salah satu mal dikawasan Jakarta Pusat dan rumah sakit di Jakarta Utara.
Abdullah melancarkan aksinya hanya dalam sehari saja. Berdasarkan pengakuannya hal itu dilakukan karena ia terlilit utang.
“Yang bersangkutan ini melakukan aksinya karena terlilit utang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Siagian, Sabtu (18/5/2024).
Sehari-hari tersangka bekerja sebagai sopir taksi online. Namun penghasilannya itu tidak bisa menutupi uang sewa mobil yang dia gunakan untuk bekerja sebagai sopir taksi online.
“Jadi pelaku ini bekerja sebagai driver taksi online dan mobilnya menyewa. Ternyata pada saat bersangkutan mengoperasikan taksi online tidak bisa menutupi uang sewa, jadi terlilit utang, mencari jalur pintas dan mengambil ban mobil,” ujarnya.
Polisi mengungkap Abdullah memiliki utang Rp 10 juta.
“Kalau dari hasil penyelidikan kita, pelaku punya utang Rp 10 juta,” imbuhnya.
Abdullah mencuri ban di parkiran mal di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dan di rumah sakit di Koja, Jakarta Utara, pada Rabu (7/5). Ia melakukan pencurian itu seorang diri dalam sehari.
Total ada enam ban yang dia curi dari dua TKP berbeda. Ban berikut velg yang dia curi kemudian dijual kepada penadah bernama Sumihar Hutajulu, yang juga ditangkap.
“Pelaku menjual ban berikut velg sebanyak enam buah, dua ke pelaku berinisial SAL, yang berlokasi di Jalan Raya Bekasi, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dengan harga Rp 300 ribu per ban. Jadi total yang dibayarkan oleh penadah tersebut sebesar Rp 1.800.000,” katanya.
Uang hasil pencurian ban itu digunakan Abdullah untuk menutupi utangnya.
“Hasil kejahatan tersebut diperuntukkan pelaku buat membayar utang-utang,” imbuhnya.
Dalam aksinya itu, tersangka mencuri ban dari jenis mobil yang pernah dia bawa. Hal ini untuk memudahkannya melancarkan aksinya.
“Pelaku melakukan aksinya terhadap jenis mobil yang pernah dia bawa. Kenapa dia mencari mobil yang pernah digunakan, agar mudah melancarkan aksinya,” pungkasnya. (æ/RED)





