Makassar, BeritaTKP.com – Situasi di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, kembali memanas setelah bentrokan antar kelompok pemuda kembali pecah dan menelan korban jiwa. Konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun ini kembali memuncak pada 17–18 November 2025.

Kerusuhan terbaru dipicu oleh tewasnya Sutte (40) atau Civas, warga Kampung Sapiria yang dikenal sebagai sosok berpengaruh dalam kelompoknya. Ia meninggal setelah terkena tembakan senapan angin saat bentrokan pada Senin malam.

Informasi terkait kematian Civas tersebar cepat melalui pesan berantai, yang menyebutkan bahwa situasi akan “meledak” usai pemakaman. Benar saja, bentrokan susulan kembali pecah pada Selasa siang di sekitar Tempat Pemakaman Umum Beroangin.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa kelompok Sapiria melakukan penyerangan balik ke arah Lorong Borta, memicu kerusuhan berjam-jam. Api kemudian membakar rumah-rumah warga hingga merembet ke Lorong Bugis.

Total 13 rumah hangus terbakar sebelum petugas damkar dan kepolisian berhasil mengendalikan keadaan.

Pelaku Penembakan Ditangkap

Polisi bergerak cepat menindaklanjuti insiden tersebut. Irjen Djuhandhani memastikan bahwa pelaku penembakan Civas telah ditangkap.

Pelaku berinisial CBT (35), warga Tallo, kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polrestabes Makassar. Polisi mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Pengamanan Diperketat di Titik Rawan

Untuk mencegah bentrokan susulan, Polda Sulsel memperkuat penjagaan di sejumlah lokasi yang selama ini menjadi titik konflik. Personel Brimob, Samapta, dan Polrestabes Makassar disiagakan untuk menjaga stabilitas.

Djuhandhani menegaskan bahwa selain menjaga keamanan, aparat juga fokus pada penegakan hukum terhadap para pelaku, baik dalam kasus penembakan maupun pembakaran rumah.

“Setiap tindakan kriminal akan ditindak tegas. Pengamanan dilakukan untuk memastikan warga merasa aman,” tegasnya.(æ/red)