Nganjuk, Berita TKP – Sungai Afor B 24 yang mengalir  berpangkal di Dusun Kalimati  melintas ke arah timur terjadi banyak kebocoran  disebabkan  tanggul  sebelah selatan putus yg berposisi di sekitar jarak 100 meter arah ke barat dari belakang pabrik krupuk Dusun Kandangan, Desa Kedungrejo, Kec. Tanjunganon, namun dari bocornya tanggul ini berdampak pada lahan sawah/tegalan di seberang jalan raya dan sekitarnya menjadi sering kali tergenang air jika musim penghujan.

Menurut sumber informasi awal pada Jum’at , 20 Januari 2023 kemarin berpendapat bahwa dari akibat jebolnya tanggul tersebut membuat lahan diseberang jalan raya deretan bagian utara tanahnya tidak bisa kering , sehingga pada musim kemaraupun tetap lembab terus apalagi pada saat musim rendengan / musim penghujan  tanah tersebut menjadi  bacek ( lembab terus menerus ) . Bilamana jebolnya tanggul itu bisa teratasi maka air yang berarus diseberang jalan raya dapat susut berkurang seperti sebelumnya , akibat dari itulah yang menjadikan tanaman disini tidak bisa hidup secara sempurna atau boleh dibilang sering tertunda panen dan membuat  kerugian para petani desa  kendati tanamannya  tidak bisa hidup sehat lalu mati secara perlahan karena akarnya tak bisa berkembang dan membusuk.

Sumber yang lain mengatakan sabtu, 21 Januari 2023 apabila dari pihak pengairan sendiri pernah mendatangi melihat kesitu namun sampai sekarang pula tidak ada kelanjutan apa apa sedangkan kebocoran itu diperkirakan sudah hampir dua tahun belakangan ini . Di sekitar sini saja yang nampak bocor bahkan putus sudah ada 3 titik belum kebocoran yang lain masih ada lagi, dari wacana itulah  yang banyak dirugikan adalah para petani karena yang jelas pertumbuhan tanamannya terganggu serta  hasil panenannyapun berkurang sebab tanah tersebut terlalu kedap air membawa pengaruh ke air sumur warga kadang airnya berbau banger ( tidak sedap ).

Kondisi  ini apabila dibiarkan maka semakin  malah akan lebih parah lagi dan  lahan petani akan  terancam hancur karena struktur tanahnya terus banyak kehilangan unsur mineralnya ,  sedang pihak Pengairan sendiri hingga sampai  sekarang tak ada niatan baik untuk memperbaikinya , ” apalah selamanya akan dibiarkan seperti begitu dan jika fatal yang akan rugi tetap para petani ” kata sumber kepada TKP ”

Fersi publik curiga anggaran perawatan dikemanakan sehingga tanggul sungai jebol dibiarkan begitu saja tanpa ada perawatan dan perbaikan sama sekali karena situasi ini sangat rawan dan mambahayakan sekali bagi lahan petani.

Dinas PU Pengairan Kabupaten Nganjuk melalui Kabidnya yang bernama Agung di dampingi oleh Imam salah satu Kasinya yang membidangi pada Kamis ,26

Januari 2023  pk.09’10 di ruangannya menjelaskan apabila kerusakan sungai tersebut bukan kewenagan kami karena itu kewenangan pusat untuk sementara jika ada tanggul jebol maka  hanya ditutup sama karung glangsin didi pasir ” katanya ” namun dari pihak sini nanti akan tetap menginformasikan kesana. Sementara informasi yang di ketahui bahwa sekarang ada anggaran dari pusat yang berjumlah total 190 m tapi belum turun oleh pusat anggaran itu akan digunakan untuk merehap sungai sungai yang berada di wilayah kecamatan Lengkong, Prambon dan termasuk sungai B 24 ini, lalu sungai yg ada di Mrican kanan, Mrican kiri dan sampai wilayah Jombang sana. Dari sisanya anggaran itu kalau masihh ada nanti bisa di HVS kan yang lain karena wilayahnya terlalu panjang “ucap Agung “.   ( EBIT )