Bangkalan, BeritaTKP.com – Sungai Blega dikabarkan meluap hingga membanjiri permukiman warga Bangkalan. Meski tidak setinggi banjir sebelumnya, namun ratusan rumah warga terendam dan lalu lintas di jalur utama Madura menjadi terganggu.
Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan Hari menyebut banjir yang terjadi di bulan Januari pada minggu kedua tahun 2023 ini kedalamannya hanya mencapai satu meter di titik banjir tertinggi atau lebih rendah setengah meter dari sebelumnya. “Yang terdampak ada 8 kampung, sekitar 3.000 jiwa,” ujar Hari, Minggu (8/1/2023) kemarin.

Banjir ini merupakan banjir kiriman akibat hujan deras yang terjadi di wilayah utara Blega yakni Galis Konang dan Geger. Sementara itu intensitas hujan yang melanda kecamatan Blega sebenarnya tidak terlalu tinggi.
Heri menyebutkan, banjir tersebut disebabkan karena air hujan datang dari daratan yang lebih tinggi yaitu dari 3 Kecamatan Galis, Konang, dan Geger.
Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak BPBD mengimbau agar warga terdampak bisa mengungsi ke rumah saudara warga lain yang tidak terdampak.
“Untuk keberadaan yang terdampak belum ada terjadi pengungsian. Sementara ini kita arahkan untuk mengungsi di rumah saudara terdekat,” tandasnya.
Sementara banjir di Blega Bangkalan ini sempat membuat akses lalu lintas di jalur utama Madura tersendat dan baru bisa dilalui kendaraan dengan normal sekitar pukul 14.00 WIB. Namun banjir masih menggenangi permukiman warga di 8 kampung dan masih diperkirakan surut hingga pagi besok. (Din/RED)





