Pasuruan, BeritaTKP.com – Bebapa peternak sapi potong di Kabupaten Pasuruan memilik menolak vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak mereka. Mereka khawatir vaksinasi akan membuat sapinya sakit dan berujung kematian.
Tamam (45), seorang peternak juga pedagang sapi potong di pasar hewan Grati mengatakan, pembeli tidak mau membeli sapi yang telah divaksin PMK. Pembeli menganggap sapi yang divaksin adalah sapi yang sakit.
“Peternak yang di desa-desa takut katanya kalau sapi disuntik itu nggak payu (laku) karena dianggap pembeli sama dengan sapi sakit,” kata Tamam, Minggu (3/6/2022) kemarin.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu, mengatakan sebagian besar yang menolak vaksin peternak sapi potong. Mereka punya kekhawatiran sapi yang divaksin bisa malah sakit dan mati.
“Rata-rata mereka takut kalau divaksin justru sapi-sapinya sakit dan mati,” ujar Diana.
Pihak dinas menyatakan tidak bisa memaksa para peternak. Sebab, program vaksinasi PMK bersifat sukarela dan diberikan secara gratis kepada para peternak yang mau ternaknya disuntik.
“Kalau ditolak kami tidak bisa maksa. Apalagi momennya jelang Idul Adha. Banyak peternak yang ingin dapat untung,” tandas Diana. (Din/RED)






