Ngawi, BeritaTKP.com  Sejumlah delapan anak di Ngawi diperingatkan pihak kepolisian karena bermain meriam spirtus. Mereka diminta untuk tidak memainkan meriam buatan dari kaleng susu itu lantaran membahayakan. Bocil-bocil itu kedapatan bermain meriam di dekat lokasi Polres Ngawi usai sholat subuh.

Oleh petugas, mereka lantas diajak ke Mako Polres Ngawi, petugas pun memberikan edukasi pada mereka dan melarang mereka memainkan mainan yang menimbulkan ledakan itu. Lantaran, di beberapa lokasi banyak korban luka-luka akibat terkena ledakan petasan dan sejenisnya.

Plt Kasi Humas Polres Ngawi Iptu Supomo mengungkapkan pihaknya sudah melayangkan imbauan tersebut kepada masyarakat di Kabupaten Ngawi. Selain membahayakan petasan, mercon, dan sejenisnya bisa memicu gangguan kamtibmas yang bisa memicu perkelahian atau tawuran antar warga.

“Juga bisa memicu kebakaran. Oleh karena itu, kami meminta juga pada orang tua agar memperingatkan anak-anaknya untuk tidak memainkan mercon dan sejenisnya. Juga meriam spirtus yang saat ini digemari anak-anak,” kata Supomo, Rabu (6/4/2022)

Dia menyebut selain memberikan edukasi pada anak-anak, pihaknya juga menyambangi warga di wilayah Ngrambe, Ngawi. Polisi memberikan imbauan yang sama.

“Tidak hanya itu, kami juga melarang warga untuk tidak membuat, menyimpan, memperjualbelikan dan atau menggunakan/membunyikan Petasan dan mercon. Kami harap situasi di Ngawi bisa kondusif,” ujar Supomo.

Apabila imbauan yang disampaikan tidak diindahkan oleh para pedagang maka kepolisian akan mengambil sikap tegas berupa penyitaan. Imbauan serupa juga dilayangkan Polres di.wilayah lain seperti Magetan, Madiun, dan Madiun Kota.

Untuk diketahui, petasan, mercon, dan sejenisnya sudah memakan korban. Beberapa waktu lalu pemuda asal Ponorogo harus kehilangan jari tangan akibat terkena ledakan mercon. Sementara, enam rekan lainnya kini jadi tersangka akibat membeli, memiliki, dan merangkai petasan untuk dimainkan hingga lebaran. [ndaa/red]