MADIUN, BeritaTKP.com – Dini Hardiyanti (30), perempuan yang diduga menjadi korban pembunuhan oleh suami sirinya, Dwi Bagus Martono (40), disebut sempat merasa takut saat hendak kembali ke Madiun, Jawa Timur. Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara keluarga korban berdasarkan penelusuran komunikasi Dini dengan temannya.
Pengacara keluarga korban, Ikbal Sermaf, mengatakan menemukan pesan melalui fitur direct message (DM) Instagram yang mengindikasikan Dini merasa takut untuk kembali ke Madiun.
Meski demikian, Ikbal menegaskan bahwa hubungan antara pesan tersebut dan dugaan pembunuhan terhadap Dini beserta anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), belum dapat dipastikan.
Pesan Instagram Mengindikasikan Rasa Takut
Ikbal menjelaskan, temuan tersebut berasal dari penelusurannya terhadap komunikasi Dini dengan salah seorang temannya. Dalam komunikasi itu, terdapat indikasi bahwa Dini tidak ingin kembali ke Madiun karena merasa takut.
Menurut Ikbal, pesan yang diterima Dini diduga menimbulkan perasaan terancam. Namun, ia belum bisa memastikan siapa pengirim pesan tersebut maupun apakah isinya berkaitan langsung dengan peristiwa yang menimpa Dini dan anaknya.
Karena itu, dugaan adanya keterkaitan antara rasa takut yang dialami Dini dan kasus pembunuhan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Hubungan Dini dan Dwi Bagus Berlangsung Tiga Tahun
Dini diketahui menjalin hubungan dengan Dwi Bagus selama kurang lebih tiga tahun. Keduanya disebut menikah secara siri di Samarinda sebelum Dwi Bagus mengajak Dini pindah ke Jawa Timur.
Pasangan tersebut kemudian tinggal di wilayah Ponorogo selama sekitar empat bulan.
Belum diketahui secara pasti kapan Dini mulai merasa takut untuk kembali ke Madiun dan apakah perasaan tersebut berkaitan dengan persoalan dalam hubungan mereka.
Dwi Bagus Ditangkap di Jombang
Dini dan putranya dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Keluarga kemudian melaporkan kehilangan ibu dan anak tersebut ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.
Polisi menindaklanjuti laporan itu melalui serangkaian penyelidikan hingga mengarah kepada Dwi Bagus. Pria tersebut akhirnya ditangkap di rumah temannya di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, pada Minggu (25/10/2026) malam.
Hingga kini, penyidik masih mendalami perkara tersebut untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan Dini dan anaknya diduga menjadi korban pembunuhan.(æ/red)





