
JOMBANG, BeritaTKP.com – Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap istri siri dan anaknya di Madiun, ditangkap polisi saat bersembunyi di Desa Mejoyolosari, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Dalam video penangkapan yang beredar, Dwi terlihat berada di sebuah bangunan berdinding kayu dengan mengenakan kaus biru. Saat petugas mendatangi tempat persembunyiannya, tersangka tampak tidak berdaya.
Polisi kemudian meminta agar Dwi diborgol sebelum membawanya keluar dari bangunan tersebut.
Sempat Digotong saat Dibawa ke Mobil Polisi
Dalam rekaman tersebut, Dwi terlihat tidak berjalan sendiri ketika dibawa keluar dari tempat persembunyiannya. Petugas menggotongnya dengan memegang tangan dan kaki sebelum membawanya menuju mobil polisi.
Sepanjang perjalanan menuju kendaraan petugas, Dwi berulang kali berteriak meminta pertolongan.
Penangkapan tersebut merupakan bagian dari pengungkapan kasus dugaan pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30), yang dikenal dengan inisial DH, serta anaknya, AG (4).
Kasus Terungkap dari Laporan Orang Hilang
Kasubdit Jatanras Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan, pengungkapan kasus bermula ketika tersangka bersama keluarga korban dari Bogor mendatangi Polres Madiun Kota untuk melaporkan hilangnya Dini dan anaknya.
Selama sekitar satu bulan, keduanya sempat dipercaya sebagai orang hilang sebelum penyelidikan polisi mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan.
“Jadi pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor, datang ke Madiun melapor. Ke Polres Madiun Kota untuk melapor kehilangan. Jadi selama satu bulan itu memang tadinya dipercayai hilang,” kata Arbaridi, dikutip dari Liputan6 SCTV, Selasa (27/10/2026).
Polisi Sebut Pembunuhan Berawal dari Pertengkaran
Arbaridi mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan pembunuhan tersebut bermula dari pertengkaran antara Dwi dan Dini di sebuah hotel di Kota Madiun.
“Karena pertengkaran di sebuah hotel di Madiun Kota. Dibunuh dicekik,” ujar Arbaridi.
Penyidik juga menduga tersangka melakukan tindakan lanjutan untuk menghilangkan jejak setelah kedua korban meninggal dunia. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut dan mengumpulkan bukti untuk memperkuat perkara.
Kasus ini ditangani Polda Jawa Timur. Penyidik terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh dugaan pembunuhan terhadap Dini dan anaknya.(æ/red)





