Temanggung, BeritaTKP.com — Peristiwa tragis terjadi di kawasan objek wisata Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Empat orang anggota satu keluarga ditemukan meninggal dunia saat berkemah di lokasi tersebut.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan keempat korban masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21). Para korban diketahui merupakan satu keluarga yang berdomisili di Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Peristiwa itu bermula ketika rombongan keluarga tersebut tiba di lokasi wisata pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka kemudian menginap dengan mendirikan tenda di area perkemahan.
Keesokan harinya, Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 11.45 WIB, petugas wisata sempat mendatangi tenda para korban untuk mengingatkan proses checkout. Hal itu dilakukan karena area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat dipanggil, tidak ada respons dari dalam tenda.
“Pada keesokan harinya, sekitar pukul 11.45 WIB, petugas wisata sempat mengingatkan para korban untuk segera melakukan proses checkout karena lokasi area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat itu tidak ada respons dari dalam tenda,” tutur Komang.
Karena tidak mendapat jawaban, petugas kembali mendatangi tenda korban sekitar pukul 15.00 WIB. Saat pintu tenda dibuka, keempat korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tubuh para korban juga disebut sudah dalam keadaan kaku.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim Identifikasi Polres Temanggung bersama Tim Disaster Victim Identification atau DVI Polda Jawa Tengah langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas melakukan pemeriksaan di tempat kejadian serta mengevakuasi jenazah para korban untuk proses autopsi.
Dokter forensik RSUD Temanggung kemudian melakukan autopsi terhadap empat jenazah tersebut guna mengetahui penyebab pasti kematian. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah sampel makanan yang dibawa keluarga korban untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
“Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum berani mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan, begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik Polda Jateng,” jelas Komang.
Meski penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan, polisi menyebut ada indikasi awal para korban diduga mengalami keracunan. Salah satu sampel makanan yang diamankan untuk diperiksa adalah hidangan barbeque yang dibawa sendiri oleh keluarga tersebut.
Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Temanggung telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan guna memperjelas kronologi kedatangan korban, aktivitas selama berkemah, hingga kondisi terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia.
Polisi menegaskan masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik sebelum menyimpulkan penyebab kematian para korban. Setelah seluruh proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan kegiatan berkemah. Kesiapan perlengkapan, kondisi makanan, sirkulasi udara di dalam tenda, serta keamanan lokasi perlu diperhatikan agar kegiatan wisata alam tetap berlangsung aman.(æ/red)





