Magetan, BeritaTKP.com — Sebuah video yang memperlihatkan seorang petugas SPBU Taman Ria Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diprotes pelanggan viral di media sosial. Keributan itu diduga terjadi karena barcode BBM subsidi milik pelanggan digunakan untuk mengisi kendaraan orang lain.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik tersebut, tampak dua pria meluapkan kekesalannya kepada petugas SPBU berseragam merah. Keduanya tidak terima karena barcode BBM subsidi milik mereka diduga dipakai tanpa izin untuk pengisian kendaraan lain.
Dua pria yang terlihat mengenakan kaus berwarna kuning krem dan celana pendek itu menyebut jatah BBM subsidi mereka berkurang hingga senilai Rp500 ribu. Petugas SPBU yang diprotes tampak kebingungan saat dimintai penjelasan oleh kedua pelanggan tersebut.
Dalam percakapan yang terekam video, petugas SPBU mengaku lupa barcode tersebut digunakan untuk mengisi kendaraan siapa. Ia berdalih ada orang yang meminta bantuan pengisian BBM karena kendaraannya tidak memiliki barcode BBM subsidi.
“Ora trimo ping pisan ki, ping limo,” ucap salah satu pria dengan nada tinggi kepada petugas SPBU. Kalimat tersebut berarti ia tidak terima karena kejadian itu disebut bukan hanya sekali, melainkan sudah beberapa kali.
“Kadang-kadang ono sing jaluk tulung,” jawab petugas SPBU, yang berarti terkadang ada orang yang meminta tolong.
Pernyataan petugas tersebut membuat pelanggan semakin emosi. Salah satu pria menyebut kerugian yang dialami bukan lagi dalam jumlah kecil, melainkan sudah mencapai Rp500 ribu.
“Satus rongatus gak popo, limangatus iki,” ujar pria tersebut sambil mengacungkan tangan ke arah petugas. Ucapan itu berarti jika hanya Rp100 ribu atau Rp200 ribu mungkin masih bisa dimaklumi, namun kali ini jumlahnya mencapai Rp500 ribu.
Dalam video itu, salah satu pria yang protes juga sempat tidak dapat mengendalikan emosi hingga diduga memukul petugas SPBU tersebut.
“Limangatus, kene arep budal kerjo ora iso,” kata pria itu. Artinya, akibat jatah BBM subsidi senilai Rp500 ribu tersebut habis, ia mengaku tidak bisa berangkat kerja.
Kapolsek Maospati, AKP Vista Dwi Pujiningsih, membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi di SPBU depan Taman Ria Maospati. Setelah video itu viral, anggota kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Setelah viral video itu, anggota kami sudah cek lokasi dan memang ada kejadian itu. Namun tidak ada laporan resmi dari korban,” ujar Vista, Kamis, 28 Mei 2026.
Vista menambahkan, peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar Rabu pekan sebelumnya. Meski demikian, pihak kepolisian menyebut belum ada laporan resmi yang masuk dan informasi yang diterima menyebut persoalan tersebut sudah diselesaikan secara damai.
“Kejadian kalau tidak salah Rabu minggu lalu, tapi informasinya sudah damai,” tandas Vista.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena menyangkut penggunaan barcode BBM subsidi yang seharusnya digunakan sesuai data dan hak pemiliknya. Petugas SPBU maupun pelanggan diharapkan lebih tertib dan berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang.(æ/red)





