Gedung baru dirancang untuk menampung hingga 83.000 penumpang per hari, atau naik dari kapasitas sebelumnya sekitar 26.000 penumpang. Tampak dalam foto, calon penumpang bersiap menaiki rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Rangkasbitung Ultimate, Lebak, Banten, Senin (24/11/2025) malam.

Jakarta, BeritaTKP.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) membantah isu pemecatan petugas stasiun yang muncul setelah viralnya curhatan penumpang bernama Anita Dewi terkait tumbler miliknya yang hilang di dalam KRL. Dalam unggahan di media sosial X, Anita mengklaim bahwa petugas Passenger Service dipecat karena insiden tersebut.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas front liner sebagaimana yang ramai dibahas di media sosial. Ia menjelaskan bahwa KAI Commuter telah melakukan penelusuran internal dan memastikan seluruh keputusan kepegawaian harus mengikuti prosedur serta regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Menurut Karina, pihak KAI saat ini berkoordinasi dengan mitra pengelola petugas front liner yang sedang melakukan evaluasi internal atas kejadian tersebut. “Pihak mitra masih melakukan evaluasi untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi,” tegasnya.

Karina juga mengingatkan bahwa barang bawaan penumpang merupakan tanggung jawab pribadi pengguna layanan. Meski demikian, setiap stasiun tetap menyediakan layanan lost and found, di mana barang yang ditemukan akan didata dan disimpan oleh petugas sebelum dipindahkan ke gudang pusat jika tidak segera diambil.

Kasus ini sebelumnya viral setelah Anita Dewi mengungkapkan bahwa tumbler miliknya hilang dari dalam cooler bag yang tertinggal di KRL jurusan Tanah Abang–Rangkasbitung. Ia sempat melapor ke petugas dan keesokan harinya mengambil kembali tasnya, namun menyadari tumbler tersebut sudah tidak ada.

Belakangan, seorang petugas keamanan bernama Argi memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia menjelaskan bahwa cooler bag tersebut diserahkan kepadanya saat stasiun sedang ramai sehingga ia tidak sempat memeriksa isi tas. Argi mengaku siap mengganti tumbler yang hilang, tetapi penumpang menolak. Ia juga mengaku terancam diberhentikan akibat viralnya unggahan tersebut.

Meski begitu, KAI secara tegas menyatakan bahwa tidak ada pemecatan dari pihak mereka. Evaluasi masih berlangsung di pihak mitra, dan KAI memastikan seluruh prosedur pelayanan tetap sesuai SOP untuk menjaga kualitas layanan Commuter Line.(æ/red)