Porsche Cayenne yang menggunakan pelat nomor dinas palsu milik Kementerian Pertahanan.

Jakarta, BeritaTKP.com – Kepolisian mengungkap penggunaan pelat nomor dinas palsu Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada sebuah mobil mewah Porsche Cayenne yang ditemukan terparkir di area Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kasus tersebut kini resmi naik ke tahap penyidikan.

Mobil Porsche Cayenne tersebut menggunakan pelat nomor dinas Kemhan bernomor 50212-00 dan ditemukan pada Rabu (28/1/2026). Kecurigaan muncul setelah pelat nomor itu dilakukan pengecekan dan dinyatakan tidak sesuai dengan data kendaraan yang terdaftar secara resmi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budo Hermanto menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan nomor registrasi tersebut memang tercatat milik Sekretariat Jenderal Kemhan, namun tidak diperuntukkan bagi kendaraan Porsche Cayenne.

“Dari hasil pemeriksaan saksi dan pengecekan data, pelat nomor dan dokumen kendaraan tersebut dipastikan tidak sesuai dan diduga dipalsukan,” ujar Budo Hermanto, Jumat (30/1/2026).

Polisi telah mengamankan satu unit Porsche Cayenne beserta sejumlah dokumen kendaraan. Dari penyelidikan awal, kendaraan tersebut diketahui dibawa oleh seseorang berinisial RNN. Polisi juga menemukan SIM atas nama RNN.

Budo mengungkapkan, dokumen kendaraan yang digunakan merupakan dokumen lama milik almarhum orang tua RNN yang kemudian diperpanjang. Namun, almarhum dipastikan bukan pegawai Kementerian Pertahanan.

“Dokumen tersebut milik orang tua yang sudah meninggal dan dilanjutkan perpanjangannya. Yang bersangkutan maupun orang tuanya bukan pegawai Kemhan,” jelasnya.

Atas temuan tersebut, Polres Metro Jakarta Timur menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan dengan sangkaan Pasal 391 ayat (2) KUHP tentang pemalsuan surat. Meski demikian, RNN hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi dan belum dilakukan penahanan.

“Penyidik masih mendalami motif dan melengkapi alat bukti. Kondisi yang bersangkutan juga sempat sakit sehingga pemeriksaan dilakukan bertahap,” pungkas Budo.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh kepolisian untuk mengungkap pihak-pihak lain yang kemungkinan terlibat dalam pemalsuan pelat nomor dinas tersebut.(æ/red)