Sidoarjo,BeritaTKP.com – Satlantas Polresta Sidoarjo melakukan penertiban di sejumlah lokasi rawan balap liar pada hari ke-10 Operasi Zebra Semeru 2025. Petugas memilih pendekatan humanis dengan menegur para remaja yang terindikasi akan melakukan aksi berbahaya tersebut.
Dalam operasi tersebut, petugas menemukan berbagai pelanggaran, seperti tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua orang, dan menggunakan motor protolan yang tidak sesuai spektek. Sebanyak 50 motor yang diduga akan digunakan untuk balap liar sempat diamankan sementara untuk diberikan teguran dan edukasi.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Ali Rifqi Mubarok, menegaskan bahwa pendekatan persuasif merupakan strategi agar pesan keselamatan lebih mudah diterima terutama oleh kalangan muda. “Kami tidak serta-merta melakukan penindakan. Kami berikan peneguran kepada para remaja yang diindikasi akan melakukan balap liar,” ujar AKP Ali.
AKP Ali menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk memutus tradisi balap liar yang semakin meresahkan dan membahayakan keselamatan pengendara maupun warga sekitar. “Kami ingin membangun kesadaran keselamatan yang benar-benar dipahami masyarakat, terutama kalangan muda,” tambah AKP Ali.
Petugas juga memberikan penjelasan mengenai risiko fatal apabila tetap nekat melakukan aksi balap liar. “Kami berikan peneguran saja, agar jangan trek-trekan, balap liar. Karena membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tegas AKP Ali.
Operasi Zebra Semeru tahun ini tidak hanya berfokus pada penertiban, melainkan pembentukan perilaku berkendara yang lebih aman dalam jangka panjang. “Operasi Zebra Semeru 2025 bukan hanya soal menertibkan, tetapi membangun kesadaran keselamatan yang benar-benar dipahami masyarakat,” pungkas AKP Ali.
Pengawasan seperti ini akan dilakukan rutin di berbagai titik rawan pada jam-jam rawan, yakni tengah malam hingga dini hari. Polresta Sidoarjo berharap dengan pendekatan humanis ini, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Ali juga mengimbau kepada orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur. “Orang tua harus lebih waspada dan memperhatikan anak-anak mereka, jangan sampai mereka terlibat dalam aksi balap liar,” tambah AKP Ali.
Dengan adanya operasi ini, diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Polresta Sidoarjo akan terus melakukan pengawasan dan penertiban untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.(kc)





