Lombok Timur, BeritaTKP.com – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengevakuasi jasad seorang pria muda berinisial JUS alias Usman (21), yang ditemukan membusuk dengan kondisi tergantung di pintu kamar rumahnya di wilayah Kecamatan Jerowaru.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Oesman, saat dikonfirmasi membenarkan perihal peristiwa tersebut. Ia menjelaskan jenazah korban saat ini telah dievakuasi dan dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk autopsi.
“Jenazah saat ini sudah disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Nicolas melalui sambungan telepon, Selasa (23/9).
Dijelaskan, penemuan mayat ini bermula ketika seorang warga bernama Boby mendatangi rumah korban pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Sebelumnya, ia mencoba menghubungi korban lewat telepon, namun tidak mendapat jawaban.
Karena merasa curiga, Boby memanggil-manggil korban dari luar rumah, tetapi tetap tidak ada respons. Bersama sejumlah warga sekitar, saksi akhirnya mendobrak pintu rumah yang terkunci dari dalam. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi setengah berdiri di bawah pintu kamar dan lehernya terlilit tali nilon yang terikat pada paku pengait kunci pintu.
Dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, sambung AKP Nicolas, korban JUS ini diketahui masih berstatus bujang dan tinggal seorang diri di rumahnya. Warga sekitar menyebut terakhir kali melihat aktivitas korban pada Sabtu (20/9).
“Dari keterangan warga, korban terakhir terlihat pada Sabtu lalu. Setelah itu tidak ada yang melihat aktivitasnya lagi,” jelas Kasi Humas Polres Lombok Timur.
Pihak Satreskrim Polres Lombok Timur masih terus melakukan penyelidikan intensif dan menunggu hasil autopsi jenazah oleh tim medis di RS Bhayangkara Mataram guna memastikan penyebab pasti kematian JUS.
“Hingga saat ini, kita masih terus melakukan penyelidikan intensif guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Kami pastikan penanganan kasus ini dilakukan secara serius dan profesional,” tutup AKP Nikolas.(æ/red)





