Kediri, BeritaTKP.com – Sebanyak 4 orang pelajar yang merupakan pelaku pengeroyokan hingga menyebabkan kematian seorang pesilat PSHT ditangkap oleh Polres Kediri Kota setelah sebulan melakukan penyelidikan.

Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial BYR (18), warga asal Tamanan, Kota Kediri, SBS (19), MBM (18), dan AA (19), warga Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Candra mengatakan pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Inspeksi Brantas, Mojoroto, Kota Kediri pada tanggal 7 Oktober 2023 lalu. Pengeroyokan bermula saat salah satu pelaku buang air kecil di sekitar lokasi. Saat itu, pelaku yang buang air ini mengetahui korban di seberang jalan melihatnya dan menantangnya.

Tersinggung dengan sikap korban, pelaku dan teman-temannya segera menghampiri korban dan langsung pengeroyokan. “Pelaku ini sedang terpengaruh minuman keras, dan memang sedang mencari masalah,” jelas Teddy.

Saat korban tidak sadarkan diri, pelaku langsung kabur. Korban yang sempat menjalani perawatan di RS Muhammadiyah akhirnya meninggal dunia pada tanggal 7 November 2023 setelah mengalami koma selama tiga hari.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama menambahkan penangkapan berhasil dilakukan setelah pihaknya menyelidiki 40 CCTV di kota maupun Kabupaten Kediri. Pergerakan keempat pelaku pun terekam di 6 CCTV, masing-masing di depan BRI Cabang Pembantu Banda, Kampus IIK, Bandar Latte, sekitar Hotel Lotus, perempatan jalan Kawi dan depan Maxy.

“Jadi ada satu yang memang sudah kita curigai. Lalu kita cek, kita lakukan pemeriksaan dan kemudian kita berhasil mengungkap itu, dikuatkan dengan bukti-bukti CCTV maupun bukti yang lain. Kemudian kami mengamankan sejumlah pelaku lainnya,” papar Nova, dilansir dari memorandum.

Nova menegaskan jika kasus pengeroyokan tersebut tidak ada kaitannya dengan antarperguruan silat. Namun, karena faktor para pelaku yang terpengaruh alkohol dan membuat ulah. “Ini tidak ada kaitannya dengan organisasi apapun pencak silat ataupun organisasi lainnya. Murni pelaku terpengaruh alkohol,” tandas Nova.

Sebelumnya, sejumlah Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mendatangi Polres Kediri Kota. Mereka menuntut pengungkapan kasus kematian salah satu anggotanya. Korban meninggal dunia adalah Andan Wisnu Pradana (19) asal Desa Kalutan, Trenggalek. Ia merupakan anggota pesilat PSHT dan mahasiswa di Universitas Nusantara PGRI Kediri. (Din/RED)