TANGERANG, BeritaTKP.com – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tangerang Selatan terus mengusut tuntas kasus pengeroyokan berujung kematian yang menimpa seorang anggota TNI AD, Prada ABS. Terbaru, polisi telah menetapkan total tujuh orang tersangka dalam insiden maut yang terjadi di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (19/7/2026) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menetapkan tiga tersangka baru menyusul empat pelaku yang sudah diamankan sebelumnya. Kendati demikian, identitas ketiga tersangka baru tersebut untuk sementara masih dirahasiakan karena proses penyidikan yang sedang berjalan.

“Ketiganya memukul korban,” ujar AKP Wira Graha Setiawan, Kamis (23/7/2026).

Peran Para Tersangka dan Temuan 10 Luka Tusuk Dari total tujuh tersangka yang diringkus, rincian peran mereka mulai terkuak. Empat tersangka sebelumnya masing-masing berinisial BR, RR, MKN, dan H, sementara tiga tersangka baru turut serta melakukan pemukulan secara bersama-sama dalam aksi pengeroyokan tersebut. Dari sekian banyak pelaku, satu orang di antaranya dipastikan bertindak sebagai eksekutor penusukan.

Berdasarkan hasil autopsi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian memastikan bahwa tubuh korban mengalami luka parah akibat senjata tajam.

“Jadi tujuh orang, satu orang di antaranya menusuk, lainnya memukul. (Ditemukan) 10 luka tusuk,” tegas Wira.

Kronologi Berdasarkan Rekaman CCTV Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang sempat beredar luas di media sosial, insiden tragis ini bermula ketika korban Prada ABS terlihat tengah berkumpul dan mengobrol di lokasi kejadian. Tak lama kemudian, situasi mendadak memanas saat korban didorong hingga keluar dari kerumunan.

Prada ABS sempat berupaya menghindar dengan berlari, namun ia dikejar oleh para pelaku hingga akhirnya keluar dari jangkauan sorotan kamera CCTV. Hingga pada Minggu pagi harinya, jasad korban ditemukan terbujur kaku di depan area kluster perumahan mewah dengan kondisi penuh luka.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif pasti di balik aksi pengeroyokan brutal tersebut. Namun, polisi memastikan bahwa antara korban (Prada ABS) dan para pelaku yang merupakan warga sipil tersebut tidak saling mengenal sebelumnya.(æ/red)