Lokasi anak aniaya ayah di Boyolali

BOYOLALI, BeritaTKP.com – Seorang pria berinisial JS (35) diduga menganiaya ayah kandungnya, Subar (76), hingga meninggal dunia di Dukuh Garangan, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 05.20 WIB. Teriakan minta tolong dari dalam rumah korban mengundang perhatian warga sekitar.

JS yang merupakan anak kandung korban diduga mengalami gangguan jiwa. Namun, kondisi tersebut masih akan didalami lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Teriakan Minta Tolong Didengar Tetangga

Peristiwa itu pertama kali diketahui tetangga korban bernama Miftahudin (38). Saat itu, saksi mendengar suara gaduh dari dalam rumah, kemudian disusul teriakan meminta pertolongan.

Merasa curiga, Miftahudin mengintip melalui celah dinding rumah. Ia melihat Subar sudah dalam posisi terlentang, sementara JS terlihat memukul bagian kaki korban.

Melihat kejadian tersebut, Miftahudin segera memanggil tetangga lainnya dan melaporkan peristiwa itu kepada ketua RT setempat.

Warga kemudian kembali memeriksa kondisi di dalam rumah melalui jendela. Mereka melihat korban sedang diseret oleh JS ke bagian belakang rumah.

Warga yang mulai berdatangan berusaha mengamankan situasi. Namun, saat mengetahui kedatangan warga, JS justru melarikan diri ke arah pekarangan rumah.

Warga kemudian mengejar hingga berhasil menangkap dan mengamankan JS. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Wonosegoro.

Polisi Temukan Batu Berlumuran Darah

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, dari pemeriksaan awal, petugas menemukan sebuah batu berlumuran darah yang diduga digunakan untuk memukul kepala korban.

“Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan sebuah batu berlumuran darah yang diduga digunakan pelaku untuk memukul kepala korban,” ujar Indra.

Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk memastikan penyebab kematian Subar serta kemungkinan adanya motif lain di balik penganiayaan tersebut.

Kondisi Kejiwaan Terduga Pelaku Masih Didalami

Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, JS diduga mengalami gangguan jiwa. Meski demikian, polisi menyatakan masih akan melakukan pendalaman melalui pemeriksaan yang diperlukan.

“Pelaku merupakan anak kandung korban yang mengalami gangguan jiwa. Namun, kami tetap mengembangkan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada motif lain di balik peristiwa ini,” pungkas Indra.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab dan rangkaian peristiwa yang mengakibatkan Subar meninggal dunia.(æ/red)