NTT, BeritaTKP.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) masih mendalami penyebab wafatnya YBS (10), siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT. Dugaan awal menyebutkan, faktor keterbatasan ekonomi keluarga menjadi salah satu pemicu peristiwa tersebut.

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menyatakan telah memerintahkan Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino untuk menemui keluarga korban dan memastikan penanganan kasus dilakukan secara serius dan menyeluruh.

“Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada untuk mendatangi kediaman orang tua korban. Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Kapolda NTT di sela peresmian Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTT di Kupang, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara, polisi menduga korban mengalami kekecewaan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga. Namun, Kapolda menegaskan bahwa kesimpulan tersebut masih bersifat sementara.

“Motif sementara mengarah ke masalah tersebut, namun masih terus kami dalami,” jelasnya.

Polda NTT Kirim Tim Konseling ke Keluarga

Sebagai bentuk penanganan lanjutan, Polda NTT mengirimkan tim konselor psikologi untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban, khususnya orang tua.

“Tim sudah kami kirim ke Kabupaten Ngada hari ini untuk memberikan pendampingan dan penguatan mental kepada keluarga korban,” kata Kapolda NTT.

Tim tersebut terdiri dari:

  • Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan
  • Kasubbag Psipol Bag Psikologi Biro SDM Kompol Prasetyo Dwi Laksono
  • Bamin Bag Psikologi Biro SDM Bripda Yoseph Alexander Rewo

Pendampingan psikologis dijadwalkan berlangsung mulai Rabu (4/2) hingga Minggu (8/2) di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

“Tim melakukan pembinaan serta pendampingan mental kepada keluarga korban,” tambah Kapolda NTT, dikutip dari Antara.

Sebelumnya, YBS ditemukan meninggal dunia di wilayah Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, pada Kamis (29/1/2026). Polisi menegaskan proses penyelidikan masih berjalan untuk memperoleh gambaran utuh terkait latar belakang peristiwa tersebut.(æ/red)