BANDUNG, BeritaTKP — Polisi melakukan autopsi terhadap jenazah Maemunah (41), perempuan asal Bandar Lampung yang ditemukan meninggal dunia dalam sebuah kardus di kawasan Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay, Kota Bandung.
Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban secara ilmiah. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik dan laboratorium terhadap sampel yang telah diambil.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan penyidik tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kematian sebelum hasil pemeriksaan forensik keluar.
Menurutnya, hasil autopsi nantinya menjadi salah satu dasar penting dalam mengungkap perkara tersebut.
Tersangka Bantah Lakukan Kekerasan
Dalam pemeriksaan awal, tersangka berinisial SDS disebut membantah melakukan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal.
Namun, berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada penyidik, SDS mengakui adanya tindakan untuk menyembunyikan kematian korban. Polisi menyebut jasad korban dibungkus dan tersangka diduga memiliki rencana untuk membuangnya.
Keterangan tersebut masih terus didalami penyidik dan akan dicocokkan dengan hasil autopsi serta bukti-bukti lain yang ditemukan selama penyidikan.
Korban dan Tersangka Diduga Punya Hubungan Asmara
Polisi juga mengungkap hubungan antara Maemunah dan SDS. Keduanya disebut memiliki hubungan asmara.
Korban diketahui tinggal di tempat kos yang ditempati tersangka selama sekitar satu bulan sebelum ditemukan meninggal.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan motif dalam kasus tersebut.
Penyidik masih menggali berbagai informasi, termasuk temuan bahwa sejumlah barang milik korban diduga diambil dan kemudian dijual oleh tersangka.
Jasad Ditemukan dalam Kardus
Maemunah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbungkus di dalam kardus di kawasan Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay, Bandung, pada Selasa (1/9/2026).
Kasus tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi hingga akhirnya SDS ditangkap di wilayah Banten.
Tersangka diamankan ketika diduga hendak meninggalkan wilayah tersebut dengan menggunakan bus menuju Palembang.
Saat ini, polisi masih melakukan penyidikan untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian, motif, serta rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan.
Hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium akan menjadi bagian penting dalam memastikan fakta medis dan mendukung proses hukum terhadap tersangka.(æ/red)





