SUKABUMI, BeritaTKP – Perselisihan yang diduga dipicu masalah asmara berujung aksi kekerasan terhadap seorang remaja berinisial H (17) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
H yang sedang berada di tempatnya bekerja di Toko Galaxy Ban, Kampung Ongkrak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, tiba-tiba diserang oleh seorang pria yang diduga membawa senjata tajam.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian lutut dan harus mendapatkan perawatan medis di RS Sekarwangi, Cibadak.
Berawal dari Cekcok di Lokasi
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 8 September 2026.
Ketua RT setempat, Dody Fauzy, mengatakan dirinya tidak menyaksikan langsung kejadian. Namun, berdasarkan informasi dari saksi di lokasi, insiden diduga bermula dari persoalan seorang perempuan yang dikenal oleh korban dan terduga pelaku.
Sementara itu, Kapolsek Cibadak AKP Joko Susanto Supono menjelaskan, terduga pelaku berinisial AI datang bersama pacarnya, QA, menggunakan sepeda motor.
Di lokasi, AI diduga melontarkan perkataan provokatif kepada korban dan rekannya, AF.
Situasi kemudian memanas. Korban dan saksi disebut tidak melayani tantangan tersebut.
Namun, persoalan berlanjut hingga terjadi tindakan kekerasan terhadap salah satu orang di lokasi. Setelah sempat meninggalkan tempat kejadian, AI diduga kembali dan melakukan penyerangan terhadap H.
Korban Jalani Perawatan
Serangan tersebut membuat H mengalami luka pada lutut. Korban kemudian dibawa ke RS Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi menyebut korban mendapatkan 45 jahitan akibat luka yang dialaminya.
Kapolsek Cibadak mengatakan keterangan sementara yang diperoleh penyidik mengarah pada dugaan persoalan pribadi yang berkaitan dengan QA.
Meski demikian, polisi masih mendalami motif sebenarnya dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk QA.
Polisi Amankan Barang Bukti
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
Polisi juga telah mengantongi identitas terduga pelaku.
Saat ini, tim di lapangan masih melakukan pencarian terhadap AI untuk mempertanggungjawabkan dugaan perbuatannya.
Polisi masih terus mendalami rangkaian kejadian dan mengumpulkan keterangan untuk memastikan fakta serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.(æ/red)





