
Gresik, BeritaTKP.com – Alasan perempuan bernama Dara (29), warga Jalan Veteran, Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, melakukan tindakan pencurian satu unit meja komplit franchise teh poci, dikarenakan faktor ekonomi.
Kepala keluarga atau janda di Gresik ini terpaksa mencuri meja untuk dipakai berjualan teh. Sebab, usai bercerai dengan suaminya, ia harus menghidupi anaknya yang masih balita. Saat ini, Dara juga harus meninggalkan anaknya karena mendekam di penjara.
Kanit Reskrim Polsek Manyar Aipda Triyadi mengatakan, pihaknya sudah mencoba mediasi agar kasus ini bisa diselesaikan secara Restorative Justice. Namun, pemilik meja tidak mau dan meminta uang ganti rugi sebesar Rp 11 juta.
“Karena pemilik meja ini sudah membeli meja baru Rp 11 juta, jadi korban meminta pelaku ganti rugi Rp 11 juta. Tapi pelaku orang tidak punya, karena untuk menghidupi keluarganya saja setiap hari dari jualan teh itu,” tutur Triyadi, Kamis (1/2/2024).
Lantaran tidak ada titik temu, proses hukum pun terus berjalan. Dara harus mendekam di balik jeruji penjara dan meninggalkan anaknya yang masih balita. “Korban nggak mau mencabut laporan, jadi kasus tetap berjalan,” ungkap Triyadi.
Saat diamankan, pelaku sedang berjualan teh dengan menggunakan meja tersebut. “Karena pemilik meja ini telah memberi penanda dalam meja tersebut, jadi bisa tahu bahwa itu mejanya. Saat diamankan, kode tersebut telah ditutupi oleh pelaku,” tambah Triyadi.
Diberitakan sebelumnya, kasus pencurian ini terungkap setelah korban yang berinisial Tities, warga Perum Pondok Permata Suci, dihubungi Agus selaku karyawan korban yang memberitahu seperangkat alat usahanya hilang dicuri orang.
Korban bernama Tities ini pun membuat laporan kepada pihak kepolisian. Tities mengaku kehilangan meja tenant teh poci yang berada di depan minimarket Jalan Raya Manyar, Minggu (21/1/2024). Dari laporan itu, petugas melakukan serangkaian proses penyelidikan.
“Dalam melakukan pencurian itu, pelaku menyewa kendaraan roda 3 untuk mengambil meja tersebut, karena memang pelaku ini tidak memiliki pekerjaan, sementara ada anaknya masih balita yang harus dihidupi,” imbuh Triyadi. (Din/RED)





