
Lampung, BeritaTKP.com – Operator dari taksi online Maxim angkat bicara terkait dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu driver mereka terhadap penumpangnya yang merupakan seorang wanita pekerja malam di Bandar Lampung.
Maxim memastikan RI merupakan driver yang baru bergabung sebagai mitra sejak empat bulan yang lalu.
“Iya benar, pihak keluarga korban langsung mendatangi kantor kami usai terjadi peristiwa tersebut. Kami membantu dengan memberikan data-data lengkap dengan alamat si driver,” kata Manager Customer Service Maxim Lampung, Andre Antoro kepada wartawan, Jumat (23/9/2022).
Andre mengungkapkan, terduga pelaku merupakan driver aktif yang tinggal di Bumi Waras, Bandar Lampung. Berdasarkan data, aplikasi RI baru aktif sebagai driver selama kurang lebih empat bulan.
“Dia belum lama juga gabung di sini, saya sendiri pernah ketemu yang bersangkutan. Dia ke sini minta stiker Maxim,” katanya.
Hanya saja, saat ini pihaknya belum mengetahui soal laporan polisi yang dilayangkan korban. Pun begitu, dia menegaskan pihak Maxim akan kooperatif jika dibutuhkan kepolisian.
“Kami pasti kooperatif, kalau dimintai data dan keterangan pasti kami bantu sampai terduga pelaku tertangkap,” terang dia.
Sebelumnya, seorang pengemudi taksi online Maxim dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung karena diduga memperkosa penumpang. Pria berinisial RI diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita yang bekerja di tempat hiburan malam.
Dalam surat laporan nomor LP/B/2221/IX/2022/LPG/SPKT/RB korban berinisial AA melaporkan driver berinisial RI tertanggal 19 September 2022.
Peristiwa pemerkosaan ini terjadi saat korban yang merupakan warga Lampung Timur ini pulang dari tempat kerjanya di salah satu tempat hiburan malam yang berada di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan kasus itu.
“Nanti hasilnya akan kita sampaikan kembali,” terang Dennis, Kamis (22/9/2022).
Dia mengungkapkan berdasarkan laporan, pihaknya sudah mengidentifikasi pelaku dan tinggal melengkapi bukti-bukti perkara.
“Sudah jelas dilakukan oleh siapa, tinggal kita mau melengkapi bukti penelaah,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan, korban saat itu memang sendirian dan dijemput oleh driver taksi online untuk pulang.
“Setelah melapor, korban telah kita lakukan visum dan hasilnya nanti akan kita sampaikan terkait adakah indikasi kekerasan atau dugaan pemerkosaan,” pungkasnya. (RED)





