Surabaya, BeritaTKP.com – Beberapa anggota Polrestabes Surabaya berhasil amankan 37 oknum suporter tak bertiket yang diduga memaksa memasuki area Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Benowo, Pakal, Surabaya, Minggu (17/7/2022) malam lalu.
Dari jumlah tersebut, 35 orang diantaranya merupakan oknum suporter berjenis kelamin laki-laki, sedangkan dua orang lainnya, perempuan.
Puluhan orang oknum suporter tersebut diamankan saat kick off laga uji coba antara Persebaya Surabaya VS PSIM Yogyakarta, baru saja dimulai.
Mereka sengaja blusukan menerabas reramban ilalang di sekitar area terluar stadion tersebut, dengan maksud nonton laga sepakbola secara gratisan.
Tak hanya berusaha memasuki area stadion secara paksa. Gerombolan suporter tanpa tiket itu, ternyata sempat beberapa kali melempari baru ke arah kerumunan petugas.
Namun, upaya mereka gagal total saat dilakukan pengamanan oleh puluhan petugas kepolisian berseragam pakaian sipil dan PDL, yang dikomandoi langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan.
Mengenakan pakaian PDL dengan berlapis jaket rompi berlogo jersey Persebaya Surabaya, seraya mengarahkan sorot cahaya sentolop digenggamannya ke arah reramban ilalang yang diduga menjadi area persembunyian para suporter tanpa tiket.
Mantan Direktur Ditreskrismus Polda Jatim tersebut menyergap para oknum suporter tak bertiket tersebut, yang sempat berpencar ke segala arah, saat aksi mereka mendapat perlawanan dari aparat.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Aldhino Prima membenarkan, sejumlah 37 orang suporter tanpa tiket berhasil diamankan pada malam itu.
Setelah dilakukan penggeledahan. Petugas tidak mendapati adanya benda mencurigakan seperti obat terlarang ataupun senjata yang berpotensi disalahgunakan melukai orang.
“Tidak ada (benda mencurigakan; sajam atau narkotika. Tidak dilakukan penyelidikan. Kami lakukan pendataan,” ujarnya, Senin (18/7/2022) kemarin.
Puluhan orang itu, sempat dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Semalaman suntuk mereka dilakukan pendataan oleh petugas.
Kemudian, mereka diberikan edukasi mengenai ketertiban dan keamanan masyarakat agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.
Lalu, setelah dipanggil perwakilan pihak keluarga mereka. Puluhan suporter tanpa tiket tersebut, diperbolehkan kembali pulang.
“Betul. sudah kami data. Bagi yang ada penjaminnya (orang tua atau keluarga) diperbolehkan pulang,” tutupnya. (Din/RED)






