Blitar, BeritaTKP.com – Seorang peternak sapi yang bernama Hadi warga asal Desa Bajang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar menemukan obat alias jamu tradisional untuk sapi-sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ia mengakuinya setelah beberapa ekor sapinya mengalami gejala PMK yakni bagian mulut sapi mengeluarkan air liur dalam jumlah tak lazim, tak hanya itu kuku pada sapi miliknya juga mengalami luka. Hadi mengatakan obat itu terbuat dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar rumahnya. Selain itu, obat tradionalnya juga dipercaya bisa menyembuhkan PMK pada sapi-sapinya.
Obat herbal yang dipercaya peternak Blitar bisa sembuhkan PMK.
“Sudah hampir seminggu yang lalu, sapi saya kena gejala PMK. Ya ngreges gitu, sama liurnya banyak. Bagian kuku juga ada lukanya,” katanya.
Hadi menyebutkan, sudah menghubungi petugas Dinas Peternakan, namun tidak bisa tertangani dengan cepat karena banyaknya kasus PMK. Akhirnya, dia memutuskan untuk meracik obat secara tradisional untuk sapi miliknya. Setelah diberikan kepada sapinya, mulai ada perubahan.
“Saya coba buat obat tradisional, ya dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar rumah. Pakai kunyit, temulawak, jahe, daun kelor, serai dan sebagainya,” terangnya.
Kemudian seluruh bahan yang telah disiapkan kemudian dicampur dan dihaluskan. Setelah itu, diambil air atau sari dari campuran bahan-bahan itu. Sehingga, air itulah yang digunakan untuk obat yang digunakan untuk menyembuhkan sapi dengan PMK.
Sedangkan, ampas bahan campuran itu juga masih bisa digunakan sebagai obat untuk bagian kuku sapi. Yakni dengan cara dioleskan pada bagian luka. Kemudian ditutup dengan kain.
“Kalau pas awal sakit, sapi diberikan obat ini satu botol berisi 1,5 liter sehari sekali. Kalau untuk pencegahan cukup 3 hari sekali saja,” imbuhnya.
Berkat obat tradisional buatannya itu, sapi sapi milik Hadi mulai sembuh. Air liur yang berlebihan sudah berkurang dan luka pada bagian kuku sudah mengering. Kini, tiga sapi pun sudah sembuh dan mau makan dengan banyak.
“Alhamdulillah sudah mulai membaik. Kebetulan tetangga juga banyak yang tanya untuk resep obat tradisional ini, dan saya selalu kasih tau. Biar terbantu dan sapi merea ikut sembuh,” pungkasnya. (Din/RED)





