Bojonegoro, BeritaTKP.com – Personel Polsek Trucuk Polres Bojonegoro mendatangi lokasi kejadian penemuan jenazah seorang wanita yang tenggelam di aliran Bengawan Solo Turut Desa Banjarsari Kec. Trucuk Kab. Bojonegoro pada hari Selasa tanggal 22 April 2025 sekira pukul 17.00 WIB.
Kejadian tersebut kita ketahui dari laporan anggota BPBD Kab. Bojonegoro Bapak Susilo Wahyu Priyo Purnomo yang menemukan adanya mayat mengambang bersama puing-puing sampah di aliran Bengawan Solo. Kemudian menindak lanjuti Kanit Reskrim Polsek Trucuk Aiptu Heri Yunanto bersama Ka SPK “B” Polsek Trucuk Aiptu Danang Roesdianto dan Aiptu Syamsu Ducha selaku anggota mendatangi TKP tersebut.
Setelah proses evakuasi kemudian korban dibawa ke RSUD Sosodoro untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis.
Saat dikonfirmasi di tempat terpisah Kapolsek Trucuk AKP Mulyono menjelaskan bahwa dari hasil koordinasi dengan Polsek Kewadungan Polres Ngawi diketahui korban tersebut telah hanyut di Desa Kedung Kec. Kewadungan Kab. Ngawi pada hari Jumat tanggal 18 April 2025 sekira pukul 15.00 WIB sudah dilakukan pencarian tetapi belum diketemukan kemudian BPBD Kab. Bojonegoro melanjutkannya.
Dari hasil identifikasi dan pemeriksaan korban tidak diketemukan tanda-tanda adanya kekerasan fisik kemudian jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.
Kapolsek menambahkan “Ini bentuk implementasi tugas pokok dan fungsi Polri sebagai pelayanan, perlindungan, pengayoman, penjaga harkamtibmas dan penegakan hukum. Sehingga kebermanfaatan Polri benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,” ucap AKP Mulyono.
Dalam kesempatan ini Kapolek Trucuk juga tidak henti-hentinya memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai atau brngawan terutama anak-anaknya agar senantiasa diawasi ketika bermain.
“Kami imbau kepada para orang tua dan anak-anak untuk tidak bermain di dekat saluran irigasi apalagi sampai berenang, terutama pada saat hujan tiba. Karena itu sangat berbahaya dan ini diperlukan kewaspadaan kita bersama dalam menjaga dan melindungi buah hatinya agar tidak menjadi korban karena sudah banyak peristiwa serupa diberbagai daerah di Indonesia karena kelalaian orang tua mengawasi anak-anaknya bermain,” pungkas AKP Mulyono. (xoxo)





