SIDOARJO, BeritaTKP – Seorang perempuan berinisial SW (25) diamankan petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng, Sidoarjo, setelah diduga membawa narkotika jenis sabu saat hendak mengunjungi calon suaminya yang menjadi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
SW ditangkap saat menjalani pemeriksaan barang bawaan pengunjung pada layanan kunjungan tatap muka, Senin, 14 September 2026.
Petugas menemukan dua bungkusan berisi serbuk putih yang diduga merupakan sabu dalam tas yang dibawanya.
Terungkap Lewat Pemeriksaan X-Ray
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menjelaskan bahwa aksi tersebut terungkap setelah petugas melihat adanya indikasi mencurigakan melalui mesin pemindai X-Ray.
Petugas kemudian menghentikan SW untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Saat diperiksa secara manual, petugas menemukan sebuah bungkusan plastik hitam yang dijahit dan disembunyikan di bagian dalam lapisan tas.
Setelah dibuka, ditemukan dua poket serbuk putih yang diduga narkotika jenis sabu.
Diserahkan ke Polisi untuk Diproses
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas Rutan Medaeng kemudian menyerahkan SW beserta barang bukti kepada Satresnarkoba Polresta Sidoarjo untuk menjalani proses hukum.
Pihak rutan juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendalami kemungkinan keterlibatan warga binaan berinisial SI maupun pihak lain dalam kasus tersebut.
Penggagalan Penyelundupan Ketiga Sepanjang September
Tristiantoro mengatakan, kejadian tersebut menjadi penggagalan penyelundupan narkotika yang ketiga kalinya sepanjang September 2026.
Menurutnya, berbagai modus terus digunakan untuk mencoba memasukkan barang terlarang ke dalam rutan.
Meski demikian, pihaknya memastikan pemeriksaan terhadap setiap pengunjung tetap dilakukan secara ketat.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap upaya memasukkan narkotika ke dalam rutan,” ujarnya.
Polisi Dalami Jaringan Pengiriman
Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap pengembangan oleh kepolisian.
Penyidik akan mendalami asal barang, pihak yang mengirim, serta kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam upaya memasukkan narkotika ke dalam Rutan Medaeng.
Pihak Rutan Medaeng menegaskan akan terus memperketat pengawasan untuk mencegah masuknya barang terlarang melalui jalur kunjungan.(æ/red)