Banyuwangi, BeritaTKP.com – Seorang pendaki bernama Muhammad Dzikri Maulana, warga Desa Tamansari, dilaporkan hilang saat melakukan pendakian menuju Kawah Ijen. Hingga hari kedua pencarian, Kamis (19/2/2026), tim SAR masih melakukan penyisiran intensif di area gunung tersebut.
Operasi pencarian dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan melibatkan 41 personel yang dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU pertama melakukan penyisiran sepanjang sekitar 3,6 kilometer dari Pos Paltuding hingga ke puncak kawah. Sementara SRU kedua memfokuskan pencarian di area seluas kurang lebih 1 kilometer persegi di sekitar titik terakhir korban terlihat (Last Known Position).
Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan metode pencarian dilakukan secara sistematis untuk memastikan tidak ada area yang terlewat.
“Kami mengoptimalkan penyisiran jalur utama serta memperluas area pencarian dengan metode grid. Seluruh tim bekerja terkoordinasi. Jika korban ditemukan, evakuasi medis ke RSUD Blambangan sudah kami siagakan,” ujar Oka.
Selain personel, tim juga mengerahkan perlengkapan khusus seperti peralatan vertical rescue untuk medan terjal dan jungle rescue. Operasi ini melibatkan unsur SAR Banyuwangi, BPBD, Polsek dan Koramil Licin, KSDA Gunung Ijen, relawan Banyuwangi SAR Independent, serta warga setempat.
Cuaca Jadi Tantangan
Kondisi cuaca di kawasan Ijen yang berawan dan berangin menjadi kendala dalam proses pencarian. Meski demikian, tim tetap melanjutkan operasi dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.
“Hingga saat ini korban belum ditemukan. Tim akan terus berupaya maksimal sebelum hari gelap,” kata Oka.
Pihak keluarga dan masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi dari tim SAR serta tidak menyebarkan spekulasi terkait hilangnya pendaki tersebut.(æ/red)





