JAKARTA, BeritaTKP.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data komprehensif mengenai dampak guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 yang berpusat di darat wilayah Sulawesi Tengah. Berdasarkan laporan mutakhir, gempa dangkal tersebut telah memakan korban jiwa, puluhan korban luka-luka, serta memicu kerusakan infrastruktur yang tersebar di empat wilayah administratif.

Proses asesmen dan pemetaan dampak kerusakan terus berjalan di lapangan, di tengah rentetan aktivitas gempa susulan yang dilaporkan masih terus berlanjut.

Manifes Korban Jiwa dan Warga Terdampak

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa akumulasi warga yang terdampak langsung oleh bencana ini telah mencapai sedikitnya 312 jiwa atau setara dengan 110 Kepala Keluarga (KK).

Berikut adalah rincian sebaran data korban jiwa hingga pukul 19.00 WIB:

  • Korban Meninggal Dunia: Tercatat 1 orang warga dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kabupaten Sigi.
  • Korban Luka Berat: Sebanyak 13 warga Kabupaten Sigi menderita luka berat akibat tertimpa reruntuhan material bangunan.
  • Korban Luka Ringan: Terdata sebanyak 25 warga mengalami luka ringan, dengan rincian 22 orang di Kabupaten Sigi, 2 orang di Kota Palu, dan 1 orang di Kabupaten Poso.

Peta Kerusakan di Empat Daerah Paling Terdampak

Gempa tektonik ini merusak sedikitnya 67 unit rumah tinggal warga, dengan perincian kategori kerusakan: 26 unit rusak ringan, 6 unit rusak sedang, dan 12 unit masuk kategori rusak berat.

Berdasarkan topografi wilayah, berikut adalah visualisasi dampak kerusakan di empat daerah terkritis:

1. Kabupaten Sigi (Wilayah Terparah)

Menjadi episentrum kerusakan terbesar dengan total 272 jiwa (89 KK) warga terdampak. Kerusakan fasilitas fisik meliputi:

  • 47 unit rumah tinggal (23 rusak ringan, 6 rusak sedang, 12 rusak berat).
  • 6 unit fasilitas ibadah.
  • 2 gedung perkantoran pemerintah.
  • 1 infrastruktur jembatan.
  • 1 unit bangunan UMKM.

2. Kabupaten Parigi Moutong

Tercatat sebanyak 40 jiwa atau 21 KK terdampak langsung, dengan kerusakan fisik menimpa 15 unit rumah tinggal milik warga.

3. Kabupaten Poso

Kerusakan terdeteksi pada 5 unit rumah tinggal warga, di mana 3 unit di antaranya telah dikonfirmasi mengalami rusak ringan.

4. Kota Palu

Dampak guncangan di wilayah perkotaan memicu kerusakan pada sektor komersial dan fasilitas publik, meliputi keretakan struktural pada bangunan Jembatan III, 1 unit fasilitas umum, 1 bangunan hotel, serta 1 tempat usaha warga.

Parameter Seismik dan Aktivitas Gempa Susulan

Berdasarkan parameter mutakhir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,03° Lintang Selatan dan 120,24° Bujur Timur dengan kedalaman hiposenter yang sangat dangkal, yakni 10 kilometer.

Titik episenter tersebut berada pada radius konvergensi berikut:

  • 42 kilometer tenggara Kota Palu.
  • 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi.
  • 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso.
  • 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.

BNPB dan BMKG terus mengimbau masyarakat di empat wilayah terdampak agar tetap meningkatkan kewaspadaan nasional, mengingat aktivitas pelepasan energi berupa gempa susulan sekunder berskala kecil hingga sedang dilaporkan masih aktif terjadi.(æ/red)