SIKKA, BeritaTKP — Kabar duka menyelimuti Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Frater Leonardus Noprianto Waku, Pr, meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat insiden saat gempa bumi mengguncang wilayah tersebut.

Frater Leonardus diketahui berada di kamar tidurnya yang terletak di lantai tiga gedung seminari ketika gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Dalam kondisi panik, korban diduga berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari ketinggian.

Akibat kejadian tersebut, Frater Leonardus mengalami luka serius dan segera dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, setelah beberapa hari menjalani perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (19/8/2026) pukul 20.33 WITA.

Ketua Posko Penanggulangan Bencana Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban diduga mengalami kepanikan saat gempa terjadi sehingga mengambil tindakan untuk menyelamatkan diri.

Dengan meninggalnya Frater Leonardus, jumlah korban meninggal akibat gempa di Kabupaten Sikka bertambah menjadi enam orang.

Pasca gempa, ribuan warga Sikka masih mengungsi. Berdasarkan data posko tanggap darurat, sebanyak 11.862 warga dari 3.285 kepala keluarga harus meninggalkan rumah dan mencari tempat aman.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada ribuan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum, seperti bangunan pemerintahan, fasilitas kesehatan, sekolah, jalan, dan rumah ibadah.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pendataan dampak bencana serta membantu warga yang terdampak gempa.(æ/red)