SURABAYA, BeritaTKP.com – Lagi-lagi! Dunia otomotif kembali tercoreng ulah oknum. Seorang karyawan Honda Setya Motor bernama Hasan diduga memilih selimut hotel daripada setang motor konsumen. Pada Jumat, 4 September 2026 pukul 09.00 – 11.30 WIB, Hasan kepergok check-in bersama wanita selingkuhannya di hotel kawasan Kaliwaron, Surabaya.

Ironisnya, di jam yang sama Hasan seharusnya bertugas mengantarkan unit motor ke tangan konsumen. Bukannya kerja, malah sibuk “menyalurkan nafsu terlarang”.
Keduanya diketahui beralamat di Sawah Pulo, Kel. Ujung, Kec. Semampir. Usai keluar hotel, Hasan buru-buru mengantar selingkuhannya ke Jalan Stasiun Gubeng tepatnya samping Grand City. Diduga kuat, itu cara mereka memutus jejak agar skandal tidak sampai ke telinga kantor dan keluarga.
Konfrontasi Buntu
Ketika awak media mengkonfirmasi Hasan di dealer, bukannya memberi penjelasan, Hasan memilih ngeles dan bungkam, bersalaman, lalu kabur. Wajah pucat dan keringat dinginnya seolah sudah berteriak kebenaran.
Sampai berita ini naik cetak, manajemen Honda Setya Motor masih bungkam seribu bahasa.
Ini Pelanggaran Berat! :
- Khianati Kepercayaan Konsumen
Konsumen bayar DP dan nunggu motor, tapi driver malah “nunggu” di hotel. Wajar kalau kepercayaan publik ke Honda rontok. - Jeratan Hukum Mengintai
Jika keduanya sudah berumah tangga, perbuatan ini masuk Pasal 411 KUHP 2023 tentang Perzinahan. Ancaman pidana, dan ini delik aduan. Secara internal, Hasan jelas melanggar UU No. 6/2023 Cipta Kerja dan kode etik. Sanksinya? Dari SP sampai dipecat tidak hormat. - Tamparan untuk Honda
Satu oknum bisa mengotori nama besar ratusan karyawan jujur lainnya. Ini bukan lagi soal pribadi. Ini soal integritas brand.
Tuntutan Publik
Cukup! Manajemen Honda Setya Motor jangan tutup mata. Beri contoh tegas“driver yang antar cinta di jam kerja”. (TIM)





