
KOTA BATU, BeritaTKP.com — Wari (73), penjual es krim keliling di Kota Batu, harus menghentikan aktivitas berjualan setelah sepeda motor sekaligus boks dagang miliknya dibawa kabur oleh orang yang diduga melakukan penipuan.
Motor Honda Beat tersebut merupakan satu-satunya kendaraan yang digunakan Wari untuk berjualan. Akibat kehilangan itu, selama sekitar sepekan Wari tidak dapat mencari nafkah seperti biasanya.
“Setelah motor hilang itu ya cuma menganggur di rumah. Mau jualan bagaimana, wong tidak ada motornya,” ujar Wari, Senin (28/9/2026).
Berawal dari Pesanan Es Krim untuk Acara TK
Peristiwa tersebut bermula ketika Wari sedang berjualan di sekitar Desa Beji pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat itu, seorang pria yang tidak dikenal menghampirinya dan mengaku ingin memesan es krim dalam jumlah banyak untuk sebuah acara ulang tahun di salah satu TK di kawasan Jalan Ir Soekarno, Mojorejo, Kecamatan Junrejo.
Pria tersebut bahkan memberikan uang muka sebesar Rp100 ribu kepada Wari.
“Dia bilang mau pesan es krim untuk acara ulang tahun di TK. Saya diberi uang Rp100 ribu untuk DP (uang muka),” katanya.
Karena mengira pesanan tersebut benar, Wari tidak menaruh curiga terhadap pria tersebut.
Motor Malah Dibawa Kabur
Keesokan harinya, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, Wari kembali bertemu dengan pria tersebut.
Dalam pertemuan itu, pelaku diduga berpura-pura membantu memarkirkan kendaraan milik Wari. Tanpa menaruh kecurigaan, Wari menyerahkan sepeda motornya.
Namun kendaraan tersebut justru dibawa pergi. Boks dagang es krim yang terpasang pada motor juga ikut raib.
“Saya sama sekali tidak menyangka kalau itu penipuan. Kelihatan seperti orang benar-benar mau pesan,” ungkap Wari.
Sejak kejadian tersebut, Wari tidak dapat kembali berjualan karena kehilangan kendaraan sekaligus perlengkapan utama untuk berdagang.
Wari Sudah Lapor Polisi
Wari kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batu. Laporan dibuat atas dugaan penipuan dan penggelapan.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku serta memastikan rangkaian kejadian yang dialami Wari.
Sebelum menjadi pedagang es krim keliling selama sekitar tiga tahun terakhir, Wari diketahui pernah berjualan bawang merah secara keliling.
Di usianya yang telah lanjut, aktivitas berjualan es krim menjadi salah satu cara Wari memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Kini, ia harus menunggu proses penanganan polisi sambil berharap kendaraan dan perlengkapan dagangnya dapat ditemukan kembali.(æ/red)





