Pasuruan, BeritaTKP.com – Sebuah mobil jeep bermuatan rombongan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Ngawi masuk ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 350 meter di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Padahal rombongan tersebut niatnya hendak melihat sunrise atau matahri terbit di Penanjakan, Gunung Bromo.

Akibatnya, dua orang meninggal. Korban meninggal adalah Kasubag Umum BPKAD Kabupaten Ngawi, Sunardi. Satu lagi, Sarioleh (30) sopir jip warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Kondisi mobil Jeep yang jatuh di jurang pada kedalaman 350 meter.

Selain itu, empat korban yang lain mengalami luka-luka. Semuanya warga Kabupaten Ngawi. Antara lain, Didik Novianto (44), Sigit Witjaksono (52), Marsudin (46) dan Sugeng (49).

Kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (10/9/2022) lalu, sekitar pukul 03.50 WIB. sebelumnya, pada pukul 01.30 WIB, rombongan tersebut berangkat dari pintu masuk Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Adapun lima korban berangkat paling belakang naik satu jip Nopol N542 KB. Tidak ada firasat apa-apa sebelumnya. Mulai berangkat hingga sampai Dingklik di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Namun sesampainya di Dingklik, kondisi kendaraan masih aman. Jip terus melaju hingga hampir sampai di Bukit Cinta atau Love Hill di Desa Wonokitri.

Dan pada saat sampai di Bukit Cinta, tiba-tiba jip oleng ke kiri. Seketika itu juga, jip masuk jurang kurang lebih 200 meter dari aspal jalan di Bukit Cinta. Masuk kawasan Resort Konservasi Gunung Penanjakan.

Lokasi olengnya jeep hingga berujung masuk ke dalam jurang.

“Waktu itu ya nggak ngerasa apa-apa. Tiba-tiba langsung masuk jurang,” kata Sigit, salah seorang korban selamat.

Sigit sendiri bersama tiga rekannya duduk di belakang. Sementara Kasubag Umum Sunardi duduk di depan, di sebelah sopir.

Begitu jatuh ke jurang, jip terasa digoyang keras. Entah kapan berhenti. Sigit pun hanya bisa berdoa saja waktu itu. “Pokoknya langsung masuk jurang, bergoyang. Saya tidak tahu apa-apa,” katanya.

Diketahui, kedatangan romobongan ASN BKD Kabupaten Ngawi tersebut hendak melakukan studi vanding tentang SIPD ke Pemkot Probolinggo. Mereka berangkat Kamis (8/9) sore. Sebab, Jumat (9/9/2022) pagi lalu ada materi.

Kegiatan selesai sampai Jumat malam. Mereka pun dijadwalkan pulang. Namun, sebelum pulang rombongan memutuskan untuk ke Gunung Bromo. Mereka menginap di Hotel Yoschi di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. “Kami rombongan dua bus. Kemudian naik jip untuk melihat sunrise,” katanya. (Din/RED)